Klaster Pekerja Tambang Sultra Sumbang 42 Kasus Baru Corona

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 07:36 WIB
Dokter berdiri di ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Ilustrasi penanganan Corona. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Kendari, CNN Indonesia --

Gugus Tugas Covid-19 Kolaka Utara menyebut klaster pekerja tambang menyumbang 42 kasus baru Virus Corona di Sulawesi Tenggara. Sementara, Gugus Tugas Covid-19 Sumatra Utara mengatakan 1.601 orang diisolasi di rumah sakit terkait Corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kolaka Utara Syarif Nur mengatakan 42 pekerja tambang itu merupakan warga setempat yang terkonfirmasi positif, pada Rabu (1/7).

Mereka, katanya, terkait dengan kasus 14, 15, dan 16 yang merupakan pekerja tambang di Kolaka Utara.


"Jadi ini masuk klaster baru, klaster pekerja tambang di Kolaka Utara," kata Syarif kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/7).

Dari 42 pasien baru virus Corona ini, lanjutnya, 18 orang di antaranya merupakan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djafar Harun Kolaka Utara dan dua orang tenaga kesehatan di Puskesmas.

Sementara, sebanyak 14 pasien lainnya bekerja di pertambangan, dengan rincian 13 pekerja tambang dan satu petugas keamanan di perusahaan itu. Dari 42 pasien baru ini, 24 di antaranya adalah perempuan dan 18 orang laki-laki.

"Semua pasien baru ini sudah menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Djafar Harun Kolaka Utara," jelasnya.

Infografis Daerah Kasus Tertinggi dan Terendah CoronaFoto: Infografis Daerah Kasus Tertinggi dan Terendah Corona

Syarif menjelaskan klaster baru ini bermula dari satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang bekerja di pertambangan dinyatakan positif Corona pada 17 Juni.

Terhadap kasus ini, gugus tugas melakukan penelusuran kontak terhadap pasien dan ditemukan dua orang pekerja lainnya dinyatakan positif.

Sebelum ketiganya didiagnosa terinfeksi virus itu, mereka sempat mendapatkan penanganan di puskesmas dan Rumah Sakit Djafar Harun. Ia menduga di lokasi ini lah para petugas medis ini tertular Virus Corona.

Seluruh tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Corona itu, kaya Syarif sudah menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Djafar Harun.

Bertambahnya pasien yang cukup signifikan membuat Gugus Tugas Covid-19 Kolut terpaksa menambah satu ruang isolasi yang memuat 20 kamar untuk pasien Corona.

Terinfeksinya 18 petugas medis di RSUD Djafar Harun turut berdampak pada jumlah petugas yang memberikan pelayanan di rumah sakit. Untuk itu, kata Syarif, pihaknya berkoordinasi dengan Dinkes Kolut untuk menggeser sebagian tenaga kesehatan di puskesmas untuk mengisi kekosongan petugas di RSUD.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sultra La Ode Rabiul Awal menyebut satu dari tiga pasien dari klaster tambang di Kolaka Utara sempat dirujuk ke RSUD Bahtermas Kendari karena kondisinya memburuk.

"Sekarang kondisinya sudah mulai stabil," jelasnya.

Dengan tambahan 42 kasus baru hari ini, maka total kasus terkonfirmasi positif Corona di Sultra sebanyak 405 kasus yang tersebar di 14 kabupaten atau kota. Selain itu, jumlah total pasien sembuh 235 orang, dan yang meninggal dunia enam orang.

Sumut Tambah 50 Kasus

Terpisah, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Whiko Irwan mengatakan kasus positif Covid-19 di Sumut bertambah 50 orang, per Rabu (1/7). Sehingga, total yang diisolasi di rumah sakit menjadi 1.601 orang.

"Kemudian pasien sembuh bertambah 12 menjadi 417 orang, pasien meninggal bertambah 6 orang menjadi 98 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 242 orang," kata dia, dalam keterangannya.

Whiko menyampaikan langkah terbaik saat ini untuk memutus rantai penularan Covid-19 adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari.

Infografis Serba-Serbi Masker Kain: Bahan, Aturan Pakai, Lepas, dan CuciFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

"Sekali lagi kami ingatkan gunakan masker pelindung hidung dan mulut, jaga jarak 1-2 meter, cuci tangan dengan sabun dan air serta hindari kerumunan orang banyak," tambahnya.

Saat ini, lanjut Whiko Sumut masih melanjutkan masa transisi new normal. Pihaknya pun masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat tentang pelaksanaan konsep new normal di daerah ini.

"Pemprov Sumut juga telah meminta kabupaten/kota mulai mensosialisasikan kepada masyarakatnya tentang kebijakan masing-masing daerah pada masa New normal dan memfinalkan rancangan peraturan bupati dan walikota yang akan diberlakukan," pungkasnya.

(pnd/fnr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK