Tembus Rekor, Lonjakan Kasus Corona karena Pelacakan Massif

CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2020 11:43 WIB
Petugas medis Puskesmas Kecamatan Gambir mengambil sampel lendir warga saat tes Swab di Pasar Thomas,  Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. Tes swab untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 itu diperuntukan bagi para pedagang pasar. CNN Indonesia/Safir Makki Pemerintah menegaskan tak dalam kondisi krisis meskipun kasus positif virus corona bertambah lebih dalam seribu setiap hari. Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan Indonesia tidak dalam kondisi krisis meskipun angka kasus positif virus corona terus meningkat sampai 1.000 kasus setiap harinya. Kasus meningkat tajam karena penelusuran kontak yang makin agresif.

Berdasarkan data Kamis (2/7), tercatat 1.624 kasus konfirmasi positif Covid-19 baru. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Maret 2020.

"Saya tidak pernah menyebut kita sedang dalam krisis," kata Yuri saat dihubungi CNNIndonesia.com , Jumat (3/7).


Yurianto mengatakan penambahan kasus terjadi karena pemerintah terus melakukan penelusuran kontak dibarengi dengan peningkatan uji spesimen per hari.

"Kasus meningkat karena penelusuran kontak erat lebih agresif disertai pemeriksaan laboratorium yang lebih masif," ujarnya.

Sampai saat ini, pemerintah mengklaim telah mampu melakukan tes hingga 20 ribu spesimen per harinya. Meski pada hari libur, jumlah ini menurun sebab beberapa laboratorium tidak beroperasi.

Berdasarkan data laman https://covid19.go.id/, penambahan kasus harian mencapai seribu kasus lebih terjadi pada 9 Juni dengan 1.042 kasus. Sebelumnya angka kasus harian fluktuatif pada angka ratusan.

Kemudian pada 10 Juni kasus positif baru mencapai 1.241 dan sempat turun di angka 979 pada 11 Juni.

Kasus baru kembali mencapai seribu pada 12 Juni sebanyak 1.111 kasus. 18 Juni pertambahan kasus mencapai 1.331 dan terus fluktuatif namun berada di angka seribu.

Pada 27 Juni pertambahan kasus melonjak hingga 1.385 orang dalam waktu 24 jam. Pertambahan dengan angka serupa terjadi pada 1 Juli lalu.

Berdasarkan provinsi, Jawa Timur mencatat akumulasi kasus positif terbanyak. Laporan Gugus Tugas pada 2 Juli mencatat 12.695 kasus positif di Jatim. Dari jumlah itu 4.391 orang dinyatakan sembuh dan 948 orang meninggal dunia.

Sementara itu, DKI Jakarta menempel ketat Jawa Timur. Secara kumulatif, kasus positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 11.823. Dari jumlah itu, 6.871 orang sembuh dan 638 orang lainnya meninggal dunia.

(mln/fra)

[Gambas:Video CNN]