19 Selamat dari Kapal Tenggelam NTT, 5 Dievakuasi di Kendari

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 02:58 WIB
Seorang nelayan memperlihatkan foto kapal yang setengah tenggelam di Perairan Wakatobi. Ilustrasi Basarnas. (Foto: Dok Basarnas Kendari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kantor pencarian dan pertolongan Kupang (SAR) melaporkan 19 orang ditemukan selamat dari insiden tenggelamnya Kapal "Kasih 25" yang berangkat dari Tablolong, Kabupaten Kupang, menuju ke Kabupaten Rote Ndao, NTT. Sementara, dua orang meninggal dan 7 lainnya masih hilang.

"Total semuanya yang selamat berjumlah 19 orang dari 28 orang yang berada di atas kapal tersebut," kata Kepala kantor pencarian dan pertolongan Kupang Emi Frizer, kepada wartawan di Kupang, Minggu malam.

Hal itu disampaikan berkaitan dengan perkembangan kasus pencarian korban kapal tenggelam di Selat Pukuafu, Kabupaten Kupang, pada Minggu (5/7) siang, ketika hendak berlayar menuju Rote.


Ia mengatakan dari 28 orang itu 16 orang adalah penumpang kapal, sementara 12 orang lagi adalah anak buah kapal (ABK).

Pada Minggu (5/7) malam, dengan menggunakan KN SAR Antareja enam orang dievakuasi ke daratan Kupang. Dari enam orang itu, dua orang yang merupakan anak-anak ditemukan meninggal dunia karena tak bisa keluar dari kapal yang tenggelam.

Sementara, empat orang yang merupakan orang dewasa dinyatakan selamat dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda NTT untuk dirawat.

Selain itu, 15 orang lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang sedang melintas di perairan tersebut dan saat ini tengah dirawat di Kabupaten Kupang.

Infografis Tips Jaga Diri dalam Kecelakaan KapalFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

"Sementara itu 7 orang lainnya masih belum ditemukan akibat cuaca yang buruk," katanya.

Ia mengatakan bahwa proses pencarian terhadap korban kapal tenggelam itu melibatkan semua pihak, mulai dari Polisi Air dan Udara Polda NTT, Dinas Perhubungan NTT, KSOP, dan juga instansi terkait lainnya.

Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tenau Kupang, NTT, menyebut kapal "Kasih 25" merupakan kapal nelayan untuk penangkapan ikan.

"Kapal yang mengalami musibah di Perairan Pukuafu merupakan jenis kapal nelayan untuk penangkapan ikan," kata Kepala Seksi Keselamatan Pelayaran Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Tenau Kupang Azwar.

Untuk proses penyelidikan terkait kapal itu sendiri nantinya akan dilakukan oleh pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Kupang.

Terpisah, tim SAR Basarnas Kendari, Sulawesi Tenggara, mengevakuasi lima orang penumpang kapal pemandu wisata dalam keadaan selamat setelah kapalnya mengalami mati mesin akibat dihantam ombak dan setengah tenggelam di Perairan Malaoge Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Minggu (5/7) pukul 17.10 WITA.

Kelima orang penumpang kapal tersebut ialah Guntur, Anto, Azis, Juliono, dan Yuli.

"Kapal tersebut ditemukan dalam keadaan setengah tenggelam dan lima orang POB dalam keadaan selamat. Kapal tersebut ditemukan sekitar 3,14 NM dari LKK," kata Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi, melalui siaran pers Humas Basarnas Kendari, Minggu (5/7) malam.

Infografis Deretan Insiden Kecelakaan Kapal di Danau TobaFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Pihaknya langsung mengevakuasi para korban ke daratan terdekat, yaitu pelabuhan Rakyat Malaoge, mengingat keadaan cuaca dan tinggi gelombang yang tidak memungkinkan untuk kembali ke Wanci saat itu.

"Pada pukul 18.05 Wita tim SAR gabungan beserta lima orang korban tiba dengan selamat di Pelabuhan Rakyat Malaoge," ungkap Aris.

Unsur yang terlibat dalam operasi SAR tersebut rescuer Pos SAR Wakatobi tujuh orang, Pol Air Wakatobi satu orang, Pos AL Wakatobi satu orang dan nelayan dua orang.

Sebelumnya, pada pukul 15.20 Wita, Basarnas Kendari menerima informasi dari salah satu penumpang kapal bahwa kapal yang ditumpangi sebanyak lima orang mengalami mati mesin di perairan dan kemasukan air di Perairan Malaoge, Buton.

(Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]