Sultra Tambah Corona dari Kampus, Papua Naik di Korban Jiwa

CNN Indonesia | Minggu, 05/07/2020 06:41 WIB
Petugas medis mengenakan alat pelindung diri lengkap di ruang perawatan pasien COVID-19 yang baru saja diluncurkan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis (30/4/2020). Berdasarkan data pemerintah, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia per Kamis (30/4) secara kumulatif mencapai 10.118 orang atau bertambah sebanyak 347 kasus dari hari sebelumnya, sementara jumlah pasien sembuh mencapai 1.522 orang dan jumlah pasien meninggal sebanyak 792 orang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww. Ilustrasi penanganan pasien Corona. (Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Kendari, CNN Indonesia --

Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan kasus Covid-19 setelah ada tambahan pasien Virus Corona yang merupakan dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dan dua mahasiswanya. Sementara, jumlah kasus meninggal di Papua terus bertambah.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sultra La Ode Rabiul Awal mengungkapkan ada penambahan empat kasus baru Virus Corona di Bumi Anoa, per Sabtu (4/7). Itu terdiri dari satu orang dari Kolaka Utara dan tiga orang dari Kota Kendari.

Rabiul tidak menyebut identitas ketiga pasien di Kota Kendari. Ia hanya menyebut bahwa tiga kasus baru itu dari kampus ternama di Sultra.


Berdasarkan informasi yang diperoleh CNNIndonesia.com, ketiganya adalah dosen Fakultas Kedokteran dan dua mahasiswanya.

"Intinya dari salah satu kampus di Sultra," kata Rabiul Awal, Sabtu (4/7).

Sementara, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kota Kendari Alghazali Amrullah menyebut pihaknya belum mengetahui lokasi penularan kepada ketiga pasien ini.

"Saya belum tahu apakah terinfeksi dari mahasiswanya atau dokternya (dosen). Karena saat ini, virus corona sudah terjadi secara sporadis," jelas dia.

Menurut Alghazali, satu dari tiga pasien diketahui pernah melakukan perjalanan ke Kota Baubau.

Terhadap ketiga pasien ini, Gugus Tugas Covid-19 Kota Kendari telah melakukan isolasi di RSUD Kota Kendari. Pihaknya juga akan menelusuri dan melacak kontak erat mereka.

Infografis Insentif dan Santunan Kematian untuk Tenaga MedisFoto: CNNIndonesia/Fajrian

Alghazali menuturkan hampir setiap hari kasus Virus Corona di Sultra mengalami peningkatan. Namun, keluhnya, masyarakat terkesan mengabaikan itu. Ia menyebut masih banyak warga yang enggan mengenakan masker dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Rektorat UHO La Ode Abdul Hamdan Hakim menyebut, sebelum ada tiga kasus baru ini, ada satu mahasiswa kedokteran yang dinyatakan positif bersama dua keluarganya.

Saat itu, kata dia, mahasiswa kedokteran ini diantar orang tuanya untuk ujian di Fakultas Kedokteran UHO. Kebetulan, orang tuanya itu hendak berobat di RSU Bahteramas.

"Saat di-swab [orang tuanya] ternyata positif. Dalam keluarga ini tujuh orang, empat orang negatif tiga orang positif," ungkap dia.

Ia mengaku mahasiswa kedokteran ini mengikuti ujian di Fakultas Kedokteran UHO setelah menjalani swab dan belum keluar hasilnya.

Menurut Hamdan, di Fakultas Kedokteran UHO ada ujian yang tidak bisa dilakukan secara daring. Namun, sebelum itu dilakukan rapid test dengan hasil nonreaktif. Selain itu, protokol kesehatan juga diterapkan dengan ketat.

Namun demikian, dia mengaku belum mendapatkan kabar terbaru soal adanya dosen maupun dua mahasiswa yang terinfeksi itu.

"Yang saya baru dapat itu satu mahasiswa, ibunya dengan kakaknya," tuturnya.

Terhadap adanya kasus baru di lingkungan kampus ini, untuk sementara kegiatan di Fakultas Kedokteran dihentikan sementara dan dilakukan sterilisasi.

Infografis Mengenal Alat Pelindung Diri Petugas Medis Covid-19Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Selain adanya klaster baru di kampus, ada juga penambahan kasus baru Virus Corona untuk klaster pertambangan di Kabupaten Kolaka Utara.

Sebanyak 18 orang dinyatakan positif dua di antaranya adalah petugas kesehatan di daerah itu.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Sultra, total kasus terkonfirmasi positif corona di Bumi Anoa sebanyak 479 orang, dengan 252 orang di antaranya dinyatakan sembuh, dan tujuh orang meninggal.

Terpisah, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Papua dr. Silwanus Sumule mengatakan warga yang meninggal akibat Corona terus bertambah hingga totalnya mencapai 20 orang.

Ia menyebut kasus meninggal itu rata-rata memiliki penyakit penyerta. Misalnya, dua pasien dari Kota Jayapura.

Secara keseluruhan, saat ini tercatat kasus positif Covid-19 di Papua sebanyak 1.937 orang, dirawat 991 orang, dan 926 orang sembuh.

Sebanyak 17 dari 29 kabupaten/kota di Papua sudah terpapar Covid-19, dengan angka tertinggi di Kota Jayapura dengan 1.088 kasus, menyusul Kabupaten Mimika 406 orang, dan Kabupaten Jayapura 199 orang.

(pnd/Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]