Wali Kota Banda Aceh Buru Perempuan Bersepeda Tanpa Jilbab

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 16:34 WIB
Dua orang pesepeda beristirahat sambil menikmati matahari terbenam di pos satu bukit Korea di Desa Dopang, Kecamatan Gunungsari, Gerung, Lombok Barat, NTB, Jumat (21/11). Bukit Dopang atau lebih terkenal disebut bukit Korea dikalangan pehobi sepeda gunung tersebut setiap sore hingga akhir pekan ramai dikunjungi wisatawan serta warga sekitar karena memiliki panorama yang indah serta jalur yang ekstrim untuk sepeda Ilustrasi pesepada. (Foto: Ahmad subaidi)
Banda Aceh, CNN Indonesia --

Sejumlah perempuan tak berjilbab dan berpakaian ketat bersepeda di kawasan Kota Banda Aceh. Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman memerintahkan Satpol PP dan polisi syariat menangkap mereka.

Foto dan video para perempuan itu beredar di media sosial. Sedikitnya 10 orang bersepeda mengenakan kaus lengan panjang merah muda, mayoritas perempuan itu tak memakai jilbab.

Akun Instagram @tercyduk.aceh mengunggah foto tersebut pada Minggu (5/7). Tertulis keterangan teks "Penyegaran Timeline: Yuk Semangat Gowesnya Kaka." Namun sejumlah warganet berkomentar soal pakaian para pesepeda di foto tersebut.


Aminullah bereaksi keras atas kejadian itu. Dia berharap para pesepeda di foto itu bisa segera ditangkap dan dibawa ke kantornya. Menurutnya, tindakan para pesepeda itu telah melanggar syariat Islam di Aceh.

Dalam Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Syariat Islam bidang akidah, ibadah dan syiar islam disebutkan berpakaian sesuai syariat islam harus menutup aurat, tidak tipis dan tidak membungkus sehingga memperlihatkan lekuk tubuh.

"Kota ini menerapkan syariat Islam, setiap tamu yang datang harus menghargai dan menaati aturan yang ada di kota ini," kata Aminullah, Senin (6/7).

[Gambas:Instagram]

Pihaknya juga sudah menginstruksikan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) sebagai lembaga pengawasan pelaksanaan Syariat Islam di Provinsi Aceh, segera memanggil mereka untuk dibina.

"Satpol PP dan WH sudah cari keberadaan mereka untuk dipanggil dan dilakukan pembinaan," ujar Aminullah.

Dia mengatakan siapapun yang berada di wilayah Banda Aceh harus menghargai nilai-nilai syariat yang berlaku.

"Meskipun tamu dari kalangan non-Muslim, mereka harus bisa menghargai norma-norma yang ada di Aceh," ujarnya.

Kepala Satpol PP dan WH Banda Aceh, Hidayat mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait sekelompok perempuan berpakaian ketat saat bersepeda di Banda Aceh.

"Kita sedang penyelidikan. Tentu kita akan perketat pengawasan (bagi pesepeda yang tidak gunakan busana syariah)," ujarnya saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.

Di tengah pandemi virus corona, aktivitas bersepeda mulai bergeliat. Begitu pula di Banda Aceh, olahraga menggowes itu kini menjadi tren di wilayah yang mendapat julukan sebagai Kota Serambi Makkah. Hampir setiap hari sejumlah warga bersepeda, terutama saat akhir pekan.

(dra/pmg)

[Gambas:Video CNN]