Menelusuri Jejak Limbah Medis Corona di TPA Bantargebang

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 07:19 WIB
TPA Sumur Batu, Bekasi, Kamis (9/7). TPA Sumur Batu, Bantargebang, Bekasi. (CNN Indonesia/ Michael Josua).
Jakarta, CNN Indonesia --

Limbah medis diduga bekas penanganan pasien virus corona menjadi polemik beberapa hari terakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Sebab ditemukan banyak sampah-sampah medis berupa masker, tempat jarum suntik, dan lain-lain di TPA tersebut.

CNNIndonesia.com mencoba menelusuri sejumlah titik pembuangan di TPA Sumur Batu Kamis (9/7) untuk mencari sisa-sisa sampah medis tersebut. Saat itu limbah-limbah dimaksud sudah tidak ada.

Hanya ada sampah-sampah domestik seperti botol bekas, barang-barang plastik pakaian tak terpakai, hingga sampah-sampah rumah tangga lainnya.


Dari informasi dihimpun, tumpukan sampah medis itu sudah dipilah-pilah oleh beberapa pemulung dan kemudian dibawa untuk kemudian akan dijual jika masih ada nilai jualnya.

Salah seorang pemulung yang enggan disebutkan namanya itu mengamini pekan lalu sempat ditemukan sampah-sampah medis yang sudah dikarungi. Namun kini, dia tidak mengetahui lebih lanjut mengenai penanganan sampah itu.

"Memang ada seminggu lalu kayaknya, ditemuin sama pemulung dari Banten, Karawang pas lagi ngorek-ngorek," kata dia sembari berbincang dengan CNNIndonesia.com.

"Sekarang sudah tidak tahu ya, apakah itu diangkut atau bagaimana," lanjutnya sembari menunjukkan lokasi temuan sampah itu.

Sejumlah petugas kebersihan berbaju oranye pun juga tidak mengetahui keberadaan sampah-sampah medis itu saat ini.

Saat dihubungi terpisah, Kepala UPTD Sumur Batu pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Ulfa Masropah enggan berkomentar banyak.

Dia menyerahkan sepenuhnya informasi soal temuan itu kepada Pemerintah Kota Bekasi. Namun menurut dia, memang tidak ada limbah medis yang tercecer di sana.

"Bukan masalah sudah diangkut apa tidak. Memang tidak ada (limbah medis). Apa yang mau diangkut," kata dia saat dihubungi, Kamis (9/7).

Bukan Bekas Penanganan Covid

Sementara itu Pemkot Bekasi mengklaim limbah medis yang ditemukan di TPA Sumur Batu bukan merupakan bekas penanganan pasien virus corona.

"Tidak ditemukan limbah Covid-19 sebagaimana yang telah dilaporkan pihak yang terkait," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Yayan Yulian, beberapa hari lalu.

Meski begitu dia mengamini ada beberapa sampah di Zona IV TPA Sumur Batu yang berupa limbah bekas medis. Bahkan ditemukan struk pembayaran dan beberapa resep obat yang mengatasnamakan rumah sakit swasta di Kota Bekasi.

"Hasil verifikasi dan inspeksi ke lokasi, ada struk pembayaran dan beberapa kertas bekas resep atas nama rumah sakit swasta," ucapnya.

Namun dia menegaskan, usai ditelusuri sampah-sampah itu bukan buangan dari rumah sakit swasta tersebut. Sebab kantong plastik pembungkus berwarna hitam yang biasa digunakan untuk membuang limbah domestik atau rumah tangga. Sementara limbah medis menggunakan kantong plastik warna kuning.

Salah satu kantong plastik hitam yang ditemukan berisi sampah kertas, sisa makanan, kardus masker, dan masker bekas. Sampah domestik tersebut telah dipilah-pilah oleh pemulung dan diambil yang masih memiliki nilai jual sewaktu sampah ini masih di TPA Sumur Batu.

Sekarang, kata dia, sampah itu telah dibawa Satkrimsus Polres Metro Bekasi Kota untuk kepentingan lebih lanjut.

"Limbah ini ditemukan di zona tidak aktif yang dibawa pemulung dan sudah diamankan petugas," kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawsti membantah sampah-sampah medis tersebut merupakan buangan dari rumah sakit. Dia menduga limbah-limbah itu merupakan sampah domestik.

"Dari hasil telusur yang dilakukan oleh LH (Dinas Lingkungan Hidup) intinya adalah yang dibuang diduga limbah medis itu adalah limbah domestik (rumah tangga)," kata Tanti.

Salah satu indikatornya, kata dia, yakni sampah-sampah itu dibungkus dengan kantong plastik warna hitam. Artinya sampah itu bukan merupakan hasil buangan dari rumah sakit, ataupun puskesmas.

Selain itu, Yanti menuturkan bahwa sampah medis juga sudah tercampur dengan sampah-sampah lain. Untuk meyakini sampah medis itu bukan dari rumah sakit, pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap pihak-pihak ketiga yang diduga membuangnya ke TPA Sumur Batu.

Masker yang mendominasi sampah-sampah tercecer itupun menjadi salah satu alasan Dinkes Bekasi menyimpulkan itu sampah domestik. Pasalnya, kini masker sudah bukan lagi barang-barang yang khusus medis.

"Jadi kami saat ini menduga itu adalah pembuangan rumah tangga. Jadi tidak perlu lagi kami menelusur," ungkap dia.

(mjo/osc)

[Gambas:Video CNN]