Klaster Secapa TNI AD dan Seruan Perang Corona Ridwan Kamil

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 08:00 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku membahas rencana pembangunan wilayahnya dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/8). Klaster Secapa TNI AD jadi klaster baru penyebaran virus corona di Jawa Barat. Gubernur Ridwan Kamil menegaskan perang terhadap corona, jauh dari selesai.(CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia melonjak signifikan pada Kamis (9/7). Ada penambahan 2.657 kasus baru.  Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyumbang kasus positif terbanyak dengan 962 kasus, yang mayoritas berasal dari Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Kota Bandung.

Jika diakumulasi, total ada 1.262 positif corona dari klaster Secapa TNI AD. Institusi pendidikan negara itu pun menjadi klaster penularan Covid-19 yang baru di wilayah Jabar.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan Kompleks Secapa TNI AD di kawasan Hegarmanah, Bandung, telah dikarantina. 


Lebih lanjut, Yurianto mengatakan 1.262 orang yang positif Covid-19 dari klaster Secapa terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih.

Ia menyebut, hanya 17 orang dari total itu yang menjalani isolasi di rumah sakit karena mengalami keluhan demam dan batuk.

"Sisanya 1.245 orang tanpa keluhan apapun dan saat ini semuanya kita karantina di wilayah pendidikan Secapa Bandung. Seluruh kompleks Secapa kita lakukan isolasi dan karantina," kata dia.

Ia meminta masyarakat tidak khawatir. Sebab, proses karantina dilakukan secara ketat. Pergerakan orang keluar dan masuk area dibatasi.

Pemantauan karantina itu dilakukan unsur kesehatan Kodam III/Siliwangi, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dan Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyebut lonjakan kasus di daerahnya lebih mudah dilokalisir karena mayoritas penambahan kasus berasal dari kluster Secapa TNI AD.

"Gugus tugas sedang melakukan tracing dan testing kepada keluarga dan warga di sekitar lokasi," kata dia dikutip dari akun Instagram miliknya, Kamis (9/7).

Emil, sapaannya, juga mengingatkan warga tetap mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi. Lonjakan kasus yang terjadi, menurut dia, menandakan bahwa perang terhadap virus corona masih berlangsung.

"Mari semua warga, jaga protokol Covid dengan disiplin di manapun kita berada, karena perang dengan Covid ini masih jauh dari usai. #covidjabar," katanya.

Sebelum penambahan 962 itu, kasus positif Covid-19 di Jabar selalu tergolong kecil. Selama bulan Juni lalu, kasus positif di Jabar hanya berkisar pada angka puluhan.

Berdasarkan data pikobar, tambahan kasus positif corona harian tertinggi di Jabar pada 4 Mei 2020 dengan 196 kasus, kemudian 20 Mei sebanyak 177 kasus.

Semenjak itu, penambahan kasus tidak lebih dari angka 100. Namun pada 5 Juli tercatat 106 kasus dan 126 kasus baru pada 6 Juli.

(yoa/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK