KSAD Jawab Keinginan Prabowo soal Swab Test bagi Prajurit TNI

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 11/07/2020 16:53 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan keterangan terkait polemik calon taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Allie di Mabes AD. Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019. KSAD Jenderal Andika Perkasa menanggapi permintaan Prabowo Subianto yang menginginkan seluruh prajurit TNI menjalani swab test. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menanggapi permintaan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terkait swab test massal bagi prajurit TNI untuk mencegah virus corona.

Hal ini merespons temuan 1262 kasus Covid-19 di lingkungan Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) dan 99 kasus di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) AD di Cimahi.

"Keinginan Menhan itu sangat bagus sekali, tapi yang jelas swab itu kan yang diperlukan banyak, selain ketersediaan alat swab test, juga labnya di mana," kata Andika saat memberikan keterangan pers di Markas Kodam Siliwangi, Bandung, Sabtu (11/7).


"Kami sangat senang karena dengan diperiksa swab itu kan lebih akurat dibandingkan dengan rapid test," tambahnya.

Keinginan Prabowo terkait tes massal bagi prajurit TNI itu disampaikan Juru Bicara Menhan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antaramedia, Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Terkait dengan hal tersebut, Pak Prabowo meminta ada test swab massal memang kepada seluruh Prajurit TNI," kata Dahnil saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (10/7).

Prabowo menilai tes massal perlu dilakukan agar penyebaran virus corona bisa terlacak di lingkungan TNI. Selain itu, prajurit TNI juga banyak yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 di sejumlah tempat.

Petugas medis menyiapkan sampel tes swab di Halaman Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (9/6/2020). Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah Kabupaten dan Kota terus berupaya mengendalikan penyebaran COVID-19 dengan melakukan pelacakan melalui tes diagnostik cepat (Rapid Test) maupun swab terhadap warga di Provinsi Kalimantan Selatan. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.Petugas medis menyiapkan sampel tes swab di Halaman Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (9/6/2020). (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S.)

Tes swab, kata Dahnil, sempat dilakukan beberapa kali kepada prajurit TNI. Namun, agar lebih terkontrol dan hasilnya maksimal, Prabowo meminta agar tes itu dilakukan secara berkesinambungan.

"Beberapa kali sudah dilakukan di beberapa unit dan kesatuan, beliau minta bisa dilakukan secara berkesinambungan dan lebih luas," kata dia.

Lingkungan pendidikan militer jadi klaster baru penyebaran virus corona. Dua di antaranya yaitu Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD), Bandung dan Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) AD di Cimahi, Jawa Barat.

Di Secapa TNI AD, ada 1.262 orang yang dinyatakan positif virus corona pada Kamis (9/7). Sementara di Pusdikpom AD masih belum diketahui pasti. Kabar yang beredar ada 99 orang yang positif terinfeksi.

Andika menyatakan pihaknya sedang mengevaluasi terkait penularan virus corona di dua lembaga pendidikan tersebut. Dia mengatakan pihaknya tak bisa secara pasti menyebut apa yang menjadi penyebab awal penularan virus di kedua lembaga tersebut.

"Ini pelajaran bagi kami, kami sudah lakukan evaluasi, mempersering penyemprotan disinfektan. Itu salah satu cara kita, walaupun kita tidak bisa menjamin," katanya.

(pmg/pmg)

[Gambas:Video CNN]