KSAD Tantang Prajurit Sembuh dari Covid-19 Donor Plasma Darah

CNN Indonesia | Sabtu, 11/07/2020 18:20 WIB
Letjen TNI Andika Perkasa Andika Perkasa saat berpangkat Letjen, bersama para prajurit TNI. (Foto: Dok. Puspen TNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menantang tiga perwira yang dinyatakan positif Covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Bandung untuk melakukan donor plasma darah apabila telah sembuh.

Tantangan Andika itu disampaikan langsung kepada tiga perwira yang kini dinyatakan positif tanpa gejala (OTG) di antara ribuan perwira lain yang terdampak Covid-19.

Ketiga perwira yang dinyatakan positif itu masing-masing bernama, Fauzi, Zakiyah, dan Dede. Ketiganya hadir bersama ribuan perwira lainnya di sebuah lapangan di kompleks Secapa AD.


"Aditia kan sekarang positif. Dan tahu rasanya walaupun tidak secara fisik. Seandainya nanti sembuh, negatif, apakah Aditia bersedia menolong masyarakat Indonesia lain yang sedang positif Covid-19, melalui donor plasma darah, atau donor darah?" ujar Andika melempar pertanyaan kepada perwira tersebut, seperti disiarkan langsung akun YouTube TNI AD, Sabtu (11/7).

"Siap. Bersedia," ujar Aditia menjawab pertanyaan Andika menggunakan pengeras suara yang didengar oleh semua perwira dan komandan lain dalam pertemuan itu.

Usai mengajukan pertanyaan kepada Aditia, Andika lalu mengajukan pertanyaan ke Zakiyah, perwira lain di Secapa AD yang juga dinyatakan positif Covid-19. Andika mengajukan pertanyaan yang sama terhadap Zakiyah.

Menerima pertanyaan dari Andika, Zakiyah juga menyatakan bersedia mendonorkan darahnya lewat donor plasma darah apabila sudah sembuh, sebagai terapi kesembuhan Covid-19. Kesediannya untuk melakukan donor jika dinyatakan sembuh, kata Zakiyah hal itu merupakan anugerah dari Tuhan.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan keterangan terkait polemik calon taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Allie di Mabes AD. Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019.Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Ia, oleh karenanya juga punya kewajiban untuk menolong masyarakat lain yang tengah membutuhkan.

"Itu [sembuh dari Covid-19] merupakan karunia yang luar bisa untuk kami dan kami harus wajib bisa membantu masy lain yang dinyatakan positif Covid-19," ucapnya.

Di hadapan ribuan perwira, Andika menjelaskan bahwa terapi plasma darah saat ini memang tengah digunakan pemerintah sebagai cara lain penyembuhan pasien Covid-19. Nantinya, para mantan pasien Covid-19 itu akan diambil 100 cc darahnya untuk digunakan sebagai terapi kesembuhan pasien lain.

Ia menyebut bahwa cara itu saat ini telah membuahkan hasil positif, dan masih terus dilakukan oleh pemerintah.

"Jadi, plasma dari pasien yang positif kemudian sembuh itu diambil dan diberikan ke pasien yang positif tapi yang kategorinya berat. Mereka sangat memerlukan. Dan sudah beberapa puluh kasus yang dibantu dengan terapi plasma darah ini dan sembuh," katanya.

Terapi plasma darah merupakan cara pengobatan yang menggunakan darah pasien Covid-19. Terapi ini menggunakan bagian plasma darah penyintas.

Mengutip Wired, dalam kondisi terinfeksi virus corona, sistem imun tubuh akan mulai memproduksi antibodi, khususnya sel pelindung yang mengenali dan melawan virus corona. Saat pasien dinyatakan sembuh, antibodi ini akan tersimpan dengan sendirinya dalam darah.

Strategi ini sebenarnya merupakan 'daur ulang' dari strategi sebelumnya. Sebelum ini, para ahli menggunakan cara tersebut untuk membantu mengobati pasien campak sebelum ditemukan vaksin. Terapi plasma darah juga sempat diterapkan saat wabah Ebola, SARS, MERS, serta pandemi flu.

Saat ini jumlah pasien positif Covid-19 di Secapa AD sebanyak 1.280 orang. Dari jumlah itu, 991 di antaranya merupakan perwira siswa, sedangkan sisanya 289 adalah staf atau anggota dari Secapa AD beserta keluarganya.

"Terhitung ada enam anggota keluarga di antara 289," kata Andika.

(thr/pmg)

[Gambas:Video CNN]