Yurianto: Warga Tak Pakai Masker Sumbang Kasus Corona Tinggi

CNN Indonesia | Minggu, 12/07/2020 05:37 WIB
Pecalang atau petugas keamanan adat Bali berjaga saat kegiatan sosialisasi dan edukasi pendisiplinan penggunaan masker di wilayah Desa Adat Intaran, Sanur. Gugus Tugas Covid-19 meminta masyarakat patuh memakai masker saat beraktivitas sehari-hari. Ilustrasi (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan masyarakat yang tak disiplin memakai masker saat beraktivitas sehari-hari menjadi salah satu penyumbang kasus positif virus corona (Covid-19) terbanyak. Ia meminta masyarakat patuh menggunakan masker.

"Salah satu faktor yang paling menyumbang kasus positif terbanyak adalah ketidakdisiplinan (warga) menggunakan masker. Ini menjadi penting," kata Yuri dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (11/7).

Yuri mengajak masyarakat untuk memilih masker yang nyaman dipakai sehari-hari. Ia menyebut masker bahan atau masker medis bisa digunakan oleh masyarakat saat berada di luar rumah. Jenis masker itu tergolong nyaman.


"Kami mencoba bertanya, mengapa tidak menggunakan masker? Sebagian besar menjawab, tidak nyaman. Karena desainnya tidak baik," ujarnya.

Infografis Serba-Serbi Masker Kain: Bahan, Aturan Pakai, Lepas, dan Cuci

Yuri mengingatkan pemakaian masker sangat penting sekalipun saat seseorang telah memakai faceshield (pelindung wajah). Menurutnya, mengenakan faceshield tanpa memakai masker ibarat orang yang hanya menggunakan payung saat hujan.

"Oleh karena itu tetap gunakan masker sebagai pengaman. Ibaratnya adalah menggunakan jas ujan yang penuh. Bukan hanya melindungi dari atas tapi juga dari samping pun bisa kita hindari," katanya.

Hingga hari ini, kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 74.018 orang. Di antara kasus kumulatif itu, sebanyak 34.719 orang dinyatakan telah sembuh dan 3.535 orang lainnya meninggal dunia.

(thr/fra)

[Gambas:Video CNN]