Hindari Corona, 245.546 Siswa SMA/SMK di Jabar MOS Daring

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 08:12 WIB
Petugas melayani orang tua siswa di posko Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 70, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2020. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran dan tahun akademik baru di masa pandemi COVID-19 yang bertujuan mempersiapkan satuan pendidikan saat menjalani masa kebiasaan baru. CNN Indonesia/Bisma Septalisma Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Bandung, CNN Indonesia --

Sedikitnya 245.546 siswa SMA/SMK di Jawa Barat mengikuti Masa Orientasi Sekolah (MOS) atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara daring atau dalam jaringan. Hal ini dilakukan untuk menghindari penularan virus corona (Covid-19) karena MPLS biasanya cenderung menimbulkan kerumunan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar Dedi Supandi mengatakan, MPLS secara daring dilakukan karena pihaknya mengutamakan keselamatan peserta didik dari potensi penyebaran virus corona.

"(MPLS daring) Baik satuan pendidikan yang berada di zona hijau, yang nantinya sudah akan melakukan kegiatan belajar secara tatap muka, maupun sekolah yang berada di luar zona hijau dan belum membuka kegiatan belajar di kelas secara langsung, upaya ini semata demi keselamatan anak didik kita bersama," kata Dedi dalam keterangan tertulis, Senin (13/7).


Dedi menegaskan, pihaknya mengedepankan penerapan protokol kesehatan dalam semua kegiatan pendidikan di Jabar. Meski sekolah-sekolah pada zona hijau sudah diizinkan untuk menggelar kegiatan belajar secara tatap muka.

"Protokol kesehatan harus terus dikedepankan dalam setiap penyelenggaraan pendidikan," ucapnya.

Di tempat terpisah, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Ridwan Kamil mengatakan, kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada tahun ajaran 2020/2021 hanya diperbolehkan di daerah zona hijau, termasuk kegiatan MPLS. 

"Kegiatan pendidikan seharusnya tidak boleh ada yang tatap muka, kecuali di zona hijau," ujar Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil.

Emil pun meminta agar pihak sekolah maupun orang tua siswa tidak memaksakan diri agar KBM tatap muka digelar sebelum ada keputusan level kewaspadaan zona hijau.

"Jadi, laporkan kalau ada kegiatan pendidikan yang memaksa tatap muka, padahal daerahnya bukan zona hijau. Itu pelanggaran," tegas Emil.

(hyg/osc)

[Gambas:Video CNN]