Antrean Penumpang KRL di Stasiun Sudimara Tangsel Mengular

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 10:16 WIB
KRL jurusan Bogor-Jakarta Kota dipadati penumpang pada hari pertama pembukaan aktivitas perkantoran oleh Pemprov DKI Jakarta, Senin (8/6). Ilustrasi kepadatan penumpang di KRL di tengah pandemi virus corona (CNN Indonesia/ Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Antrean calon penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Sudimara, Tangerang Selatan, mengular hingga ke parkiran pada Kamis (16/7). Mereka diminta menjaga jarak untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, antrean terjadi di depan loket stasiun sebelum penumpang menempelkan kartu atau tap-in di pintu masuk. Dua prajurit TNI berjaga di balik gerbang.

Begitu melewati pintu masuk, antrean juga mengular hingga ke lorong menuju peron dua. Peron ini digunakan untuk calon penumpang yang akan menggunakan kereta api menuju stasiun Jurangmangu, Pondok Ranji, Kebayoran dan seterusnya. Suasana di peron tersebut tampak lengang.


Sementara bagi calon penumpang yang akan menuju Stasiun Rawabuntu, Serpong dan seterusnya dipersilakan langsung menuju peron satu tanpa antrean. Tak ada kepadatan penumpang di peron tersebut.

Beberapa calon penumpang tak sabar menunggu antrean. Mereka tampak resah, menggerutu, sambil bolak balik melihat jam di tangan. Penumpang dalam antrean baru bisa bergerak maju menuju peron apabila penumpang lain sudah masuk ke KRL.

Beberapa petugas keamanan dalam (PKD) berusaha mengatur calon penumpang agar tetap berdiri di batas merah yang telah ditempel di lantai. Sementara seorang petugas berpakaian dinas PT KAI tampak memberikan penjelasan tentang pentingnya menjaga jarak sosial di lorong bawah tanah.

Kesediaan para penumpang untuk menjaga jarak di Stasiun Sudimara berubah ketika berada di dalam gerbong kereta. Mereka tak bisa lagi menjaga jarak di dalam kereta karena penuh penumpang, meskipun tidak berdesakan.

Tanda pijakan di lantai kereta tak lagi digunakan para penumpang yang berdiri lantaran begitu padat. Sementara bangku yang tersedia tak boleh diisi sepenuhnya.

Suasana ini kerap terjadi pada pagi hari terutama jam sibuk berangkat kerja. Berbeda dengan stasiun lainnya, seperti Rawabuntu yang relatif lebih longgar.

Diketahui, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menyiapkan protokol bagi calon penumpang kereta api dan pekerja di bawah 45 tahun. Hal ini menyambut kembalinya aktivitas di tengah pandemi virus corona atau dikenal sebagai the new normal.

Pemulihan kegiatan ini terdiri dari lima fase dan fase pertama telah dimulai pada 25 Mei 2020. Pada fase ini, Kementerian BUMN telah menyiapkan pedoman umum pemulihan kegiatan yang meliputi protokol perlindungan karyawan, pelanggan, pemasok, mitra bisnis, dan stakeholder penting lainnya.

Protokol tersebut meliputi, penggunaan masker, menjaga kebersihan, jaga jarak satu sama lain dan sebagainya.

(pmg/bmw)

[Gambas:Video CNN]