Polri: Djoko Tjandra Palsu yang Diperiksa Corona di RS Polri

CNN Indonesia | Jumat, 17/07/2020 17:14 WIB
Djoko Tjandra Buron Kejaksaan Agung sejak 2009, Djoko S Tjandra. (iStockphoto/michal-rojek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polri menyatakan buron Djoko S Tjandra tidak melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung untuk mendapatkan surat bebas Covid-19 di markas Badan Reserse Kriminal (Bareskrim).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menerangkan berdasarkan penelusuran saat itu, ada orang yang datang untuk diperiksa di ruang pelayanan kesehatan RS Polri Kramat Jati.

"Yang datang itu bukan Djoko Tjandra tapi mengaku Djoko Tjandra," kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/7).


Diketahui Prasetijo, yang kini telah dicopot dari jabatannya, kala itu memfasilitasi pembuatan surat untuk Djoko Tjandra.

Dia memastikan orang tersebut berbeda dari rupa Djoko Tjandra yang terungkap selama ini. Pun, sambungnya, berdasarkan keterangan dari dokter yang kala itu memeriksa.

"Menurut keterangan dokter bahwasanya yang datang dengan yang di TV beda," kata Awi.

Kemarin, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menuturkan  pihaknya belum bisa memastikan identitas orang yang tidak dikenal itu saat menjalani tes cepat (rapid test) risiko infeksi virus corona tersebut.

"Memang benar, jadi dokter tadi dipanggil oleh Brigjen Pol Prasetijo, kemudian di ruangan (Yankes) sudah ada dua orang yang tidak dikenal sama dokter ini dan kemudian melaksanakan rapid [test]," ujar Argo dalam konferensi di Gedung Bareskrim, Kamis (16/7).

"Jadi dokter tidak mengetahui tapi disuruh membuat namanya ini, untuk membuat namanya Djoko Tjandra," imbuh dia.

Prasetijo sendiri telah dicopot dari jabatannya oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis karena ulahnya yang diduga membantu buronan Kejaksaan Agung sejak 2009 tersebut. Selain itu, Prasetijo pun harus menjalani penahanan sementara selama 14 hari di ruang provost guna diperiksa lebih lanjut oleh Divpropam.

Infografis Jejak Djoko Tjandra di Indonesia

Kemarin, Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menyebut pihaknya akan mengenakan pidana terhadap Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo yang menerbitkan surat jalan bagi buronan Djoko Tjandra.

Sanksi pidana itu, kata Sigit, adalah opsi ketiga dari tiga bentuk penanganan yang diberikan kepada anggota kepolisian yang terbukti melakukan pelanggaran.

Penanganan perkara, kata dia, saat ini masih dilakukan oleh Divisi Propam Polri. Nantinya, Bareskrim akan melanjutkan investigasi Propam tersebut.

Catatan Redaksi: Berita ini diubah pada Sabtu (18/7) usai mendapatkan klarifikasi pihak terkait.

(mjo/asa)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK