Djarot PDIP: Sulit Koalisi dengan PKS-Demokrat di Pilkada

CNN Indonesia | Jumat, 24/07/2020 05:39 WIB
Ketua PDIP Djarot Saiful menyebut lebih mudah berkoalisi dengan partai-partai pendukung Jokowi-Ma'ruf dalam Pilkada Serentak 2020 ketimbang dengan PKS-Demokrat. Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat mengaku partainya sulit membangun koalisi dengan PKS dan Partai Demokrat di Pilkada Serentak 2020.

Djarot mengatakan memang ada kesulitan untuk menjalin kerja sama dengan PKS dan Demokrat. Lantaran banyak aspirasi dari kader yang meminta DPP tak berkoalisi dengan dua partai itu.

"Saya sebut PKS dan Demokrat. Fakta di lapangan secara kategorisasi memang sulit untuk bisa bekerja sama. Kita akan bekerja sama di lapangan, bukan di atas kertas," kata Djarot dalam diskusi daring yang diselenggarakan Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Kamis (23/7).


Djarot mengatakan memang ada beberapa daerah di mana kader PDIP akrab dengan kader dua partai itu. Namun di sebagian besar daerah, kata dia, PDIP sulit menjalin hubungan baik dengan keduanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai hal ini terjadi karena ada perbedaan ideologi. Karena itu, PDIP memilih berkoaliasi dengan partai-partai pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Kami akan konsentrasi untuk bekerja sama dengan partai pendukung pemerintah. Kenapa? Karena Pak Jokowi sebagai presiden adalah kader PDIP. Maka wajib hukumnya kalau PDIP mendukung sampai selesai," ujarnya.

Meski begitu, kata Djarot, bukan berarti PDIP memusuhi PKS dan Demokrat. Mereka tetap menjalin hubungan baik meski tak berada di barisan politik yang sama.

"Banyak teman-teman saya di PKS dan di Partai Demokrat, tidak ada masalah. Beda pilihan kan boleh, tapi hubungan antarkita tidak ada masalah," ucap Djarot.

(dhf/osc)

[Gambas:Video CNN]