Mahfud: Jangan Sampai Ada Korban Corona Akibat Pilkada 2020

CNN Indonesia | Jumat, 24/07/2020 03:52 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD meminta penyelenggara pilkada mematuhi dan memberikan sosialisasi soal protokol kesehatan pada publik. Menko Polhukam Mahfud MD meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan di semua tahapan Pilkada Serentak 2020 agar tidak terinfeksi virus corona (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Ambon, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD tak mau Pilkada Serentak 2020 memakan korban jiwa akibat terinfeksi virus corona (Covid-19). Dia ingin protokol kesehatan benar-benar dipatuhi di setiap tahapan pilkada.

Mahfud menyampaikan itu saat memberi arahan Sukseskan Pilkada Serentak dan Pendisiplinan Masyarakat Taat Protokol Kesehatan, di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis (23/7).

"Jadi jangan pilkada itu menjadi masalah baru bagi dunia kesehatan, artinya jangan ada korban Covid di Pilkada Serentak 2020," kata Mahfud.


Mahfud mengatakan bahwa kunci sukses untuk memutus mata rantai Covid-19 saat pilkada nanti ialah masyarakat. Dia berharap masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

Petugas pilkada, lanjutnya, juga perlu memberikan sosialisasi yang masif kepada masyarakat. Jangan sampai ada yang mengabaikan protokol hingga kemudian terinfeksi virus corona.

"Jadi kuncinya pendisiplinan, bisa menekan Covid," kata Mahfud.

Mahfud mengamini bahwa pilkada saat ini berbeda dengan sebelumnya karena dihelat di tengah pandemi. Meski demikian, dia yakin Pilkada Serentak 2020 bisa tetap dilaksanakan.

"Jadi yang terpenting adalah disiplin, apa yang dijadikan kebijakan resmi oleh pemerintah itulah yang dilakukan," kata Mahfud.

Kunjungan kerja Mahfud ke Maluku didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Joni Supriyanto, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dan Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono.

(sai/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]