Uji Coba Vaksin Corona di Bandung Masih Tunggu Izin BPOM

CNN Indonesia | Sabtu, 25/07/2020 03:57 WIB
Diketahui, uji coba vaksin virus corona yang dilakukan Bio Farma dan Universitas Padjadjaran bakal melibatkan sekitar 1.602 relawan. Ilustrasi vaksin virus corona (iStockphoto/herraez)
Bandung, CNN Indonesia --

Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadajaran, Kusnandi Rusmil mengatakan pengujian vaksin masih menunggu izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) hingga waktu yang belum ditentukan.

Sebelumnya, PT Bio Farma bersama Unpad berencana melakukan uji vaksin virus corona terhadap 1.620 relawan. Vaksin tersebut diproduksi Sinovach, Tiongkok.

"Kita akan melakukan uji klinis atau penelitian apabila ada izin dari Badan POM. Dari Badan POM berdasarkan izin dari komite etik," ujar Kusnandi saat jumpa pers di Bandung, Jawa Barat, Jumat 924/7).


Menurut dia, masih banyak ketentuan yang harus dibahas bersama Komite Etik Fakultas Kedokteran Unpad dalam pelaksanaan uji klinis vaksin Covid-19 terhadap 1.620 orang relawan.

Salah satunya mengenai tata cara pelaksanaan uji klinis yang harus disesuaikan di tengah pandemi. Pembahasan akan dilakukan secara intensif sebelum uji klinis vaksin dilakukan terhadap ribuan relawan.

"Kita akan melakukan uji klinis atau penelitian apabila ada izin dari Badan POM. Dari Badan POM berdasarkan izin dari komite etik. Sampai hari ini kami belum dapat (izin) karena ada beberapa perubahan yang akan saya konsultasikan," ujar Kusnandi.

Meski demikian, Kusnandi tetap optimis izin akan segera keluar. Dengan begitu, pihaknya bisa segera melakukan penelitian.

"Karena ini bukan penelitian biasa. Ini penelitian dalam keadaan wabah, jadi cara-caranya harus sesuai dengan kondisi wabah tadi," ujarnya.

Rencananya, uji klinis akan dilakukan di enam lokasi yakni Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad), Balai Kesehatan Unpad di Jalan Dipati Ukur, serta empat puskesmas di Kota Bandung. Uji klinis diharapkan selesai dalam waktu enam bulan.

"Kita akan merekrut 1.620 subyek penelitian dari berbagai tempat. Kami harapkan penelitian ini berjalan dengan baik, mohon doanya terutama dari pemerintah supaya penelitian ini berjalan dengan baik," ujar Kusnandi.

(hyg/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]