Erick Thohir: Vaksin Covid Diproduksi Awal 2021

CNN Indonesia | Sabtu, 25/07/2020 12:53 WIB
Erick Thohir meminta masyarakat tetap disiplin melaksanakan gaya hidup sehat karena vaksin corona baru akan diproduksi sekitar awal Januari atau Februari 2021 Ketua Komite Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komite Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengingatkan masyarakat untuk terus membiasakan gaya hidup sehat di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Sebab, vaksin Covid-19 baru akan diproduksi awal tahun depan.

"Yang harus diketahui vaksin sudah akan diproduksi tapi itu Januari-Februari tahun depan," kata Erick Thohir ketika menghadiri perilisan aplikasi pemesanan tiket feri, ferizy, yang disiarkan di saluran resmi YouTube Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Sabtu (25/7).

"Berarti masih 6-7 bulan lagi kita harus menghadapi Covid-19 ini yang tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh negara dunia," imbuhnya.


Erick yang juga menjabat Menteri BUMN ini berharap masyarakat Indonesia memiliki kesadaran diri untuk bisa menjaga keamanan, keselamatan, serta kesehatan diri sendiri.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kata Erick, juga tidak akan berhenti untuk mengingatkan serta memastikan protokol keselamatan kala pandemi terlaksana dengan baik di masyarakat.

"Jadi sangat aneh kalau ada pihak-pihak yang nyinyir kepada pelaksanaan protokol Covid-19. Padahal Ini bisa berhasil kalau masyarakat bersatu memastikan protokol berjalan," kata Erick.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya juga mengatakan vaksin virus corona belum bisa digunakan setidaknya hingga awal 2021.

Direktur Eksekutif Program Kesehatan Darurat WHO, Mike Ryan, mengatakan hal itu disebabkan WHO harus memastikan bahwa vaksin terbukti aman dan efektif sebelum didistribusikan kepada khalayak umum.

Ia juga mengatakan sekitar 23 calon vaksin sedang dalam tahap pengembangan klinis, salah satunya yang sedang dikembangkan Universitas Oxford dan AstraZeneca.

Sejauh ini, vaksin tersebut telah diuji kepada seribu sukarelawan berusia 18-55 tahun dan tidak menunjukkan efek samping yang serius.

Sementara itu, pengujian vaksin corona di Bandung masih menunggu izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) hingga waktu yang belum ditentukan.

Banyak ketentuan yang harus dibahas bersama Komite Etik Fakultas Kedokteran Unpad dalam pelaksanaan uji klinis vaksin Covid-19 terhadap 1.620 orang relawan.

Uji klinis akan dilakukan di enam lokasi yakni Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad), Balai Kesehatan Unpad di Jalan Dipati Ukur, serta empat puskesmas di Kota Bandung. Uji klinis diharapkan selesai dalam waktu enam bulan.

Uji coba tersebut merupakan kerja sama PT Bio Farma bersama Unpad. Vaksin yang diproduksi Sinovach, Tiongkok ini akan diuji terhadap 1.620 relawan.

(chri/wis)

[Gambas:Video CNN]