Pemkot Solo Jelaskan Hasil Swab Purnomo yang Jadi Polemik

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 21:35 WIB
Kabar hasil tes PCR mandiri Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo yang dinyatakan negatif menjadi polemik di tengah masyarakat kota tersebut. Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo. (Detikcom / Bayu Ardi Isnanto)
Solo, CNN Indonesia --

Kabar hasil negatif dari tes PCR risiko Covid-19 yang dilakukan mandiri Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo yang dinyatakan negatif menjadi polemik di tengah masyarakat kota tersebut.

Pasalnya, Purnomo sempat dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis pekan lalu berdasarkan tes PCR oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo. Empat hari kemudian, Purnomo dinyatakan negatif berdasarkan swab mandiri di RS Kasih Ibu.

Sebagian warga menduga PCR dari Dinkes Solo tidak akurat karena hasilnya berbeda tes dari RS Kasih Ibu. Sejumlah warga bahkan secara langsung mengungkapkan keraguan mereka terhadap hasil tes PCR Dinkes yang menyatakan Purnomo positif Covid-19.


Menanggapi polemik itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih menjelaskan tes PCR Dinkes tidak bisa dibandingkan dengan tes dari RS Kasih Ibu yang dilakukan Purnomo secara mandiri.

Pasalnya, dua tes tersebut diambil dalam waktu yang berbeda. Pejabat yang akrab disapa Ning itu menegaskan seseorang dinyatakan positif berdasarkan tanggal pengambilan sampel swab, bukan tanggal hasil tes PCR dikeluarkan.

Dinkes Solo mengambil sampel swab Purnomo pada 17 dan 18 Juli. Hasil uji PCR dari sampel itu baru diterima Dinkes dari laboratorium RS UNS pada 23 Juli.

Kemudian pada 24 Juli, atau sekitar sepekan kemudian, Purnomo menjalani tes PCR mandiri melalui RS Kasih Ibu. Hasil swab mandiri itu diterima Purnomo, 27 Juli.

"Artinya antara pengambilan swab kami dengan swab mandiri Pak Purnomo ada selisih tujuh hari," kata Siti saat jumpa pers virtual yang juga diikuti Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani, Selasa (28/7) siang.

Ia mengatakan hasil dua swab terpisah terhadap Purnomo itu sangat mungkin terjadi mengingat selisih waktu yang cukup panjang.

Dalam periode tujuh hari itu, kata Siti, tubuh Purnomo kemungkinan sudah bisa mengatasi infeksi virus SARS-CoV-2 tersebut. Apalagi selama menjalani karantina mandiri di rumahnya, Purnomo sama sekali tidak merasakan gejala Covid-19.

"Bahkan kemungkinan Pak Purnomo sudah terinfeksi beberapa hari sebelum kita ambil swabnya. Jadi wajar kalau tujuh hari kemudian sudah sembuh. Malah pengalaman kami menunjukkan banyak pasien asimtomatik (tidak menunjukkan gejala) sudah negatif setelah lima hari," katanya.

Rudy menambahkan Pemkot Solo tidak pernah merekayasa hasil tes PCR selama penanganan Covid-19. Pasalnya, semua pengujian dilakukan laboratorium yang memenuhi standar internasional.

"Dan itu tidak bisa dipesan kok. Saya tidak bisa minta supaya hasil laboratoriumnya si anu dijadikan negatif. Tidak bisa," tegasnya.

Meski sudah dinyatakan negatif Covid-19, ia tetap meminta Purnomo melanjutkan karantina mandiri di rumahnya hingga 2 Agustus mendatang.

"Kita tetap saling mengisi. Pak Purnomo saya minta istirahat dulu, isolasi sampai 10 hari," kata Rudy.

(syd/kid)

[Gambas:Video CNN]