Kasus Covid Naik, DPRD Nilai Anies Perlu Tarik 'Rem Darurat'

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 13:45 WIB
DPRD DKI menilai lebih baik Anies Baswedan kembali menerapkan PSBB yang secara aturan lebih ketat dari PSBB Transisi jika melihat lonjakan kasus Covid-19. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/ Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Basco melihat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi mesti diperpanjang, bahkan kalau perlu tarik 'rem darurat' seperti yang diutarakan Gubernur DKI Anies Baswedan. Hal itu lantaran terjadi lonjakan kasus positif virus corona di ibu kota dalam beberapa hari terakhir di ujung masa PSBB Transisi.

Basri menilai akan lebih baik Anies kembali menerapkan PSBB awal yang secara aturan lebih ketat dari PSBB Transisi.

"Maka kayaknya transisi harus diteruskan, bahkan mungkin balik ke PSBB atau bahasa Gubernur itu emergency break," kata Basri saat dihubungi, Kamis (30/7).


Menurut dia, lonjakan kasus positif di Jakarta dalam beberapa hari terakhir tak bisa dianggap enteng. Pasalnya, lonjakan itu kini bersumber dari klaster perkantoran yang sebelumnya tak ada.

Menurut Basri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini seharusnya bukan hanya memperketat pengawasan, namun juga penindakan. Sebab, meski penerapan PSBB terus menerus diperpanjang, namun tanpa pengawasan, hasilnya jadi sia-sia.

"Jadi percuma mau bikin PSBB kek, transisi lah apa. Kalau tidak ada pengawasan, tidak ada penindakan terhadap protokol kesehatan," katanya.

Perketat Pengawasan

Terkait munculnya klaster perkantoran, Basri meminta Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta agar menambah personel untuk memperketat pengawasan. Ia turut menyesalkan Pemprov DKI yang tak pernah melibatkan DPRD, maupun sejumlah pihak seperti TNI-Polri dalam penanganan Covid-19 di Jakarta.

Menurut Basri, Pemprov DKI Jakarta terkesan hanya ingin jalan sendiri dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Ibu Kota. Padahal, di masa-masa awal penerapan PSBB, Pemprov DKI sempat melibatkan pihak lain.

"Awal-awal doang yang konferensi-konferensi ada kepolisian, ada tentara. Sekarang enggak ada lagi," tutur Basri.

"Seharusnya kan gencar diskusi dengan kita. Dinas kesehatan aja nggak pernah mau diskusi dengan kita. Minta pendapat kita kek. Kan kayak Jakarta milik sendiri lah," imbuhnya.

DKI Jakarta tak berhenti mencatatkan lonjakan kasus positif virus corona selama masa PSBB Transisi yang diperpanjang sejak 16 Juli lalu. Ledakan kasus positif itu seolah menjadi 'hadiah' selama 14 hari PSBB transisi yang akan berakhir hari ini, Kamis (30/7).

Anies belum memberi kepastian bakal memperpanjang PSBB DKI Jakarta hari ini. Namun, ia sempat menyatakan tak menutup kemungkinan menarik rem darurat atau memberlakukan kembali PSBB secara penuh jika kasus corona di Ibu Kota tak kunjung melandai.

"Jangan sampai kita harus menarik rem darurat atau emergency break. Bila itu terjadi kita semua harus kembali dari rumah, kegiatan sosial, keagamaan, perekonomian, dan kegiatan sosial terhenti, kita semua yang akan merasakan kerepotan bila situasi ini jalan terus," kata Anies dalam video yang diunggah akun Youtube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (12/7) lalu.

(thr/osc)

[Gambas:Video CNN]