Satgas Covid-19: Waspada, Positivity Rate Lebihi Standar WHO

CNN Indonesia | Jumat, 31/07/2020 02:25 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta warga waspada demi menurunkan potensi penularan. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan tingkat positivity rate corona Indonesia masih di atas standar WHO(Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito melaporkan angka positivity rate atau tingkat penularan virus corona (Covid-19) di Indonesia masih berada di atas standar WHO.

Sebelumnya catatan tim Satgas Covid-19 menyebut angka positivity rate corona sempat berada di angka 10-14 persen. Kemudian, turun di angka 12 persen pada awal Juli.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) rata-rata angka positivity rate global sebesar 5 persen, sementara Indonesia secara nasional masih berada di angka 13,3 persen.


"13,3 persen ini lebih tinggi dari standar WHO yaitu 5 persen. Jadi ini adalah peringatan perlunya kewaspadaan bagi kita bersama, kita harus mampu menurunkan tingkat penularan yang ada di masyarakat," kata Wiku di kantor BNPB, Jakarta, Kamis (30/7).

Untuk diketahui, angka positivity rate didapat dari perhitungan jumlah tes dibagi dengan jumlah hasil tes konfirmasi positif.

Wiku mengatakan bahwa pemerintah telah mampu melakukan tes hingga 30 ribu per hari. Data harian Satgas Covid-19 melaporkan secara akumulatif jumlah tes hingga 29 Juli berjumlah 1.447.583 spesimen dan 841.027 orang telah diperiksa.

Kasus konfirmasi positif menurut data yang sama berjumlah 104.432 kasus, tersebar di 34 provinsi dan 473 kabupaten kota di Indonesia.

"Pemerintah terus mengupayakan kapasitas testing untuk dapat memenuhi standar minimal pemeriksaan WHO yaitu 1.000/1juta penduduk tiap minggu," kata Wiku.

Lebih lanjut, ia mengatakan selama tiga pekan terakhir ini, jumlah penambahan kasus positif cenderung meningkat. Wiku merinci ada lima provinsi yang terus mencatat jumlah kasus tertinggi setiap harinya.

Lima provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

"Ini adalah kabar yang kurang baik dan perlu menjadi perhatian seluruh pihak," ucapnya.

Selain angka positivity rate yang masih tinggi, jumlah zona merah di Indonesia juga bertambah. Pada pekan lalu, jumlah zona merah yang tercatat di laman covid19.go.id sebanyak 35 kabupaten kota.

Berdasarkan laporan terbaru pekan ini, jumlah zona merah di Indonesia bertambah menjadi 53 kabupaten kota. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat agar terus memantau kondisi wilayahnya melalui halaman resmi Satgas Covid-19.

"Dalam rangka menyambut perayaan Iduladha mohon agar masyarakat dapat mengakses kondisi daerahnya, sesuai zonasi risiko yang menjadi bahan informasi untuk menerapkan perilaku hidup bersih," ucap Wiku.

(mln/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]