Unair Klaim Tak Pernah Terima Aduan Korban Fetish Gilang

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 31/07/2020 17:28 WIB
Pihak kampus Unair membantah mengenai kabar banyak mahasiswa yang sebelumnya telah melapor soal pelecehan seksual oleh Gilang. Ilustrasi pelecehan. (Istockphoto/Coldsnowstorm)
Surabaya, CNN Indonesia --

Pelecehan seksual melalui bungkus kain jarik yang dilakukan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Gilang, diduga telah berlangsung sejak lama. Namun pihak kampus memastikan belum pernah menerima laporan terkait hal tersebut.

Wakil Dekan I, FIB Unair, Puji Karyanto mengaku tak tahu menahu. Ia menyebut selama ini pihaknya tak pernah mendapatkan laporan secara resmi.

"Kalau sudah diketahui tentu sudah kami lakukan tindakan, belum ada laporan resmi bahwa ada perlakuan [pelecehan seksual] seperti itu," ujar Puji, kepada CNNIndonesia.com, Jumat (31/7).


Dugaan aksi Gilang telah berlangsung lama diketahui muncul dari keterangan para korban yang dihimpun oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair. Gilang disebut sudah melancarkan aksinya sejak 2017.

Puji mengatakan, di Unair, kata dia, ada pedoman berperilaku yang harus ditaati oleh mahasiswa. Jika ada mahasiswa yang terbukti melakukan suatu pelanggaran, seperti pelecehan seksual, maka akan ada penindakan.

"Karena kan ada pedoman berperilaku di kampus, salah satu di antaranya kalau hal seperti itu terjadi, akan kami lakukan tindakan langsung," ujarnya.

Pelecehan seksual, kata dia bukan hanya sekadar persoalan etik. Menurutnya hal itu adalah kejahatan yang masuk dalam ranah pidana.

"Kalau ada laporan, kemudian alat bukti yang cukup, ini juga persoalan pidana, bukan sekadar persoalan etik, pasti (penindakan) sudah sampai ke kepolisian," ucapnya.

Sementara soal penindakan secara pidana, pihak FIB Unair, kata dia akan menyerahkan hal itu sepenuhnya ke aparat kepolisian.

"Nanti akan ada sidang komisi etik di tengah fakultas, yang akan memberikan pertimbangan sanksi terkait dengan pelanggaran, itu internal kita. Kalau persoalan pidana itu urusannya kepolisian," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB Unair, Adnan Guntur mengatakan aksi Gilang diduga sudah dilakukan sejak lama, dan memakan banyak korban.

"Beberapa korban cerita memang dari sebelum 2017 sudah sering," kata Adnan, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (30/7).

Berdasarkan data sementara yang dihimpun BEM FIB, jumlah korban Gilang berjumlah lebih dari satu. Namun ia mengaku masih belum bisa mengungkapkan jumlah pastinya.

"Kami lagi mendata, kami coba cari penyintas untuk saling melapor, jadi belum bisa diketahui, yang jelas lebih dari satu," ujarnya.

Adnan mengatakan para korban yang sementara ini telah melapor ke pihaknya, diketahui merupakan mahasiswa Unair, ada pula yang berasal dari perguruan tinggi lain.

"FIB Unair dan ada juga yang menghubungi saya dari kampus Malang, banyak seperti itu," katanya.

Dari penuturan korban, modus operandi yang dilakukan Gilang yakni dengan lebih dulu mengikuti akun media sosial calon korbannya.

Selanjutnya, dalam melancarkan aksinya, Gilang kemudian meminta korbannya untuk membungkus diri dengan kain jarik, dengan kedok ia sedang melakukan penelitian. 

(frd/ain)

[Gambas:Video CNN]