Basarnas Tutup Pencarian WN Filipina Tenggelam di Maluku

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Jumat, 31/07/2020 19:35 WIB
Basarnas Maluku menutup pencarian warga negara Filipina Stanly Bacolina yang tenggelam saat kapal motor MV Ikan Keras melintasi perairan laut Seram. Ilustrasi. (Foto: Dok Basarnas Kendari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Basarnas Ambon pada Jumat (31/7) ini menutup pencarian warga negara (WN) Filipina Stanly Bacolina yang tenggelam saat kapal motor (KM) MV Ikan Keras melintasi perairan laut Seram Bagian Timur Maluku pada Sabtu (25/7).

Kepala Basarnas Ambon, Djunaidi menuturkan selama H+1 pencarian per Minggu (26/7) sampai memasuki H+6 per Jumat (31/7) pencarian Anak Buah Kapal (ABK) MV Ikan Keras belum menemukan tanda-tanda di laut Maluku.

"Setelah berkoordinasi dengan potensi SAR terkait, tanda-tanda kemunculan korban belum terlihat, maka operasi SAR terhadap WN Filipina dinyatakan ditutup," kata Djunaidi, di Ambon pada Jumat (31/7) malam.


Setelah menutup pencarian, lanjut Djunaidi Basarnas akan melanjutkan dengan pemantauan. Operasi SAR akan kembali dibuka setelah mendengar informasi tentang keberadaan korban.

Sebelumnya, kapal motor (KM) MV Ikan Keras berjenis Cargo berwarna putih biru itu berlayar dari Australia menuju Filipina. Namun di tengah perjalanan dihantam ombak besar di perairan laut pulau Seram Timur Maluku.

Kala itu, kapten KM MV Ikan Keras ML Crespo melapor kepada pihak Basarnas Ambon pada pukul 19.50 WIT bahwa salah satu anggota juru mudi WN Filipina tenggelam dan belum ditemukan.

Basarnas kemudian mengirimkan sekitar 12 anggota dengan perlengkapan berupa satu buah Truk personel, D Max, dan Rubber Boat untuk digunakan selama melakukan pencarian di seputaran perairan laut pulau Seram Bagian Timur Maluku.

Per Sabtu (25/7) malam pukul 20.10 WIT tim Basarnas berangkat dari Ambon menuju Bula Kabupaten Seram Bagian Timur dan direncanakan akan tiba pada Minggu (26/7) pukul 14.00 WIT di pelabuhan Bula.

Tim Basarnas juga melakukan koordinasi dengan Otoritas Pelabuhan Shabandar Bula, dan pos TNI AL Bula Kabupaten Seram Bagian Timur sebelum melakukan pencarian di laut seram.

"Jadi hari pertama pencarian pada Minggu (26/7) sampai per Jumat (31/7) hari terakhir masih nihil, pencarian sering terhambat akibat kondisi lautan,"pungkasnya.

(sai/mik)

[Gambas:Video CNN]