Wamenag Ungkap Banyak Gedung KUA di DKI Tidak Terurus

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 23:18 WIB
Wakil Menteri Agama merinci dari 44 gedung KUA di DKI Jakarta, ada 39 atau hampir 88,6 persen yang kondisinya tidak layak. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyatakan mayoritas bangunan Kantor Urusan Agama (KUA) milik Kementerian Agama di DKI Jakarta banyak yang tidak terurus. Tak sedikit bangunan KUA itu berdiri di tanah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Sangat memprihatinkan kondisi KUA yang lokasinya di wilayah ibu kota Jakarta, kondisinya sangat buruk dan tidak layak. Sebagian besar bangunannya rusak berat, bahkan ada beberapa yang atapnya hampir roboh," ujar Zainut dalam keterangan resminya, Selasa (4/8).

Zainut lantas merinci terdapat 44 gedung KUA yang lokasinya tersebar di 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administratif di DKI Jakarta.


Dari total 44 KUA tersebut, ada 39 atau hampir 88,6 persen kantor KUA di Jakarta yang kondisinya tidak layak.

"Kantor KUA tersebut rata-rata dibangun pada tahun 1992 oleh Pemda DKI Jakarta dan belum pernah dilakukan renovasi besar," kata dia.

Zainut merinci permasalahan utama gedung KUA yang tak terawat di wilayah DKI Jakarta karena bangunannya berdiri di atas tanah Pemda DKI.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 138 Tahun 2019 menyatakan tidak membolehkan membangun bangunan di atas tanah yang bukan miliknya.

Dengan aturan tersebut Kantor Kementerian Agama (Kemenag) tidak bisa melakukan pembangunan ataupun renovasi besar maupun renovasi total.

Selain itu, ia menyebut Pemprov DKI masih merasa urusan agama jadi kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini Kemenag. Karena itu, perawatan dan renovasi KUA dinilainya tidak dimasukkan ke dalam anggaran APBD Pemprov DKI selama ini.

"Setelah kunjungan lapangan ini saya ingin silaturahmi dengan Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk membicarakan masalah ini, semoga ada solusi dan jalan keluar yang baik dari permasalahan ini," kata Zainut.

Meski demikian, Zainut menilai Pemprov DKI Jakarta masih memiliki perhatian yang sangat besar untuk program bidang agama. Khususnya untuk bantuan pendidikan agama dan keagamaan.

Ia mencontohkan bantuan untuk guru madrasah, guru mengaji, marbut masjid, ustaz dan pengasuh pondok pesantren sudah dialokasikan di APBD DKI Jakarta sangat besar.

"Untuk hal tersebut saya meyakini Bapak Gubernur DKI Jakarta pasti akan memberikan perhatian masalah kantor KUA ini," kata Zainut.

(rzr/wis)

[Gambas:Video CNN]