Satgas Respons Isu Obat Covid-19: Pemerintah Sangat Terbuka

CNN Indonesia | Selasa, 04/08/2020 15:16 WIB
Jubir Satgas Corona menyatakan pemerintah terbuka atas penelitian obat hingga vaksin untuk corona, namun harus sesuai prosedur dan teruji klinis. Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan pemerintah sangat terbuka mengenai penelitian obat hingga vaksin yang dikerjakan para peneliti saat ini.

Namun, kata Wiku, penelitian dan pengujian atas obat tersebut pun tak bisa semena-mena, dan tiba-tiba disebar ke masyarakat.

"Kami ingin merespon dan menjelaskan ke masyarakat terkait isu berkembang seperti obat dan suplemen. Kami perlu sampaikan bahwa pemerintah sangat terbuka akan adanya penelitian obat atau vaksin yang dilakukan peneliti baik dalam negeri maupun internasional," kata Wiku saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (4/8).


"Namun bukan berarti dapat dilakukan siapapun tanpa prosedur tepat. Tanpa diuji klinis sebuah obat belum terbukti apakah berhasil menyembuhkan Covid-19 atau tidak," imbuhnya.

Wiku menegaskan semua suplemen, obat, ataupun vaksin itu perlu melewati tahap uji klinis karena perlu dipertanggungjawabkan khasiat dan manfaatnya. Selain itu, sambungnya, perlu mendapatkan pula izin edar dari pihak berwenang yakni Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

"Jika sudah teruji, ini kabar baik," kata dia.

Oleh karena itu, Wiku pun mengingatkan kepada para peneliti maupun figur publik agar berhati-hati dalam menyampaikan berita maupun kabar terkait Covid-19. Apalagi, sambungnya, bila belum dipastikan kebenarannya sehingga bisa memicu polemik atau kepanikan di tengah masyarakat.

"Percayalah BPOM yang ada datanya seperti itu. Sekali lagi masyarakat harus teliti memilih obat," ujar pria yang juga dikenal sebagai Guru Besar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tersebut.

Sebagai informasi setidaknya dalam sepekan terakhir, tengah heboh mengenai Covid-19 dan figur publik di Indonesia. Diketahui publik terbagi dua pendapat soal video musisi Anji di saluran Youtube-nya yang mewawancara diklaim ahli mikrobiologi penemu obat Covid-19.

Anji, Mantan vocalis utama Drive Band. CNN Indonesia/Andry NovelinoMusisi Anji mengundang polemik karena video yang diunggah di saluran youtube-nya. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Video pria dengan nama asli Erdian Aji itu berisi wawancara tatap muka Anji dengan seorang pria yang mengaku pakar kesehatan dan ahli mikrobiologi dengan titel profesor, Hadi Pranoto. Video itu sendiri sudah tak ada di saluran Youtube milik Anji.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) angkat suara menyikapi video itu dan menyatakan meragukan klaim Hadi Pranoto yang menyatakan telah ada obat Covid-19. Selain itu, Slamet mengatakan pihaknya juga tidak mengetahui siapa Hadi Pranoto yang berbicara di akun Youtube Anji. Dia mengatakan Hadi tidak ada dalam data keanggotaan IDI.

Sementara itu, Hadi yang mengaku memang sebagai peneliti herbal dan bukan dokter sehingga tak terdaftar di IDI itu heran penelitiannya disebut hoaks.

"Saya mau tanya Hoaksnya di mana? Herbal ada, orang yang kita sembuhkan banyak, yang dirugikan tidak ada, apa yang hoaks?" kata Hadi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/8) malam.

Dia pun menegaskan soal penemuan obat herbal Covid-19 bisa dibuktikan.

"Semua ada buktinya," katanya, "Herbal yang ada sudah terbukti bagus."

Sebagai informasi, klaim obat Covid-19 Anji dan Hadi itu sendiri bukanlah yang pertama di Indonesia sejak pandemi akibat virus corona itu merebak.

Sejak pandemi Covid-19 terjadi, dan di Indonesia kasus pertama ditemukan Maret lalu, sudah cukup banyak yang muncul dengan klaim obat corona atau antivirus corona.

Dari mulai yang kimiawi hingga obat-obatan herbal seperti minuman jenis empon-empon, suplemen dari ikan gabus dan temu lawak, kalung kayu putih, hingga arak bali. Semua klaim itu pun datang dari pejabat publik.

Terlepas dari kontroversi obat, sekarang dunia tengah berburu waktu menciptakan vaksin anticorona. Salah satu diantaranya bahkan sedang melalui tahap uji di Indonesia.

(mln/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK