Lacak Corona, Jabar Gencarkan Tes di Instansi Pemerintah

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 13:17 WIB
Pemprov Jabar ingin melacak keberadaan virus corona di lingkungan kerja di instansi pemerintahan dan perkantoran. Ilustrasi tes swab oleh tim medis khusus penanganan virus corona (ANTARA/RENO ESNIR)
Bandung, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggencarkan pelaksanaan tes untuk mendeteksi penularan virus corona (Covid-19) di instansi pemerintahan dan perkantoran. Pelacakan dilakukan intensif di tempat kerja.

"Tujuannya, kami ingin melihat bagaimana peta penyebaran Covid-19 dan untuk memutus rantai penularannya," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Siska Gerfianti dalam keterangan resmi, Rabu (5/8).

Pemprov Jabar menggelar rapid test maupun swab test dengan metode PCR, di sejumlah instansi pemerintahan dan perkantoran pada Selasa kemarin (4/8). Tes dilakukan di Kejati Jabar, TVRI Jabar, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar.


Kemudian, swab test dengan metode PCR dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jabar bagi kontak erat terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ada juga instansi pemerintahan dan perkantoran di Jabar yang melakukan tes mandiri. Misalnya, kami hanya mengirim alat dan Alat Pelindung Diri (APD). Lalu, nanti ada beberapa tempat yang melakukan tes mandiri," ujarnya.

Asisten Pembinaan Kejati Jabar Subeno mengatakan tes masif dilakukan untuk memastikan tidak ada virus corona di lingkungan kerjanya. Sekitar 350 pegawai Kejati Jabar ikut dalam tes tersebut.

Dia lalu mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil karena sudah menggelar tes di Kejati Jabar.

"Kami juga ingin bersama-sama pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini. Salah satu caranya melakukan swab test ini," katanya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar juga melakukan tes terhadap pegawai di Gedung Sate. Dari 1.265 pegawai Gedung Sate yang dites swab pekan lalu, sebanyak 40 orang di antaranya dinyatakan positif Covid-19. Sebanyak 17 di antaranya PNS dan 23 non PNS.

Sejauh ini, Gedung Sate masih belum ditetapkan sebagai klaster baru penularan virus corona. Akan tetapi, proses pelacakan masih dilakukan secara intensif terhadap mereka yang kontak erat dengan pasien positif.

(hyg/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]