Kebakaran Pabrik Bioetanol di Mojokerto, Ada Ledakan 1 Tewas

CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 11:19 WIB
Kebakaran di pabrik bioetanol di Mojokerto, Jatim, Senin (10/8) sore, memicu ledakan dan merusak sejumlah warga serta satu orang tewas. Ilustrasi pemadaman api. (Foto: AP/Ringo H.W. Chiu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran yang disertai ledakan melanda pabrik bioetanol PT Energi Argo Nusantara di Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (10/8) pukul 15.00 WIB. Satu orang tewas dan sejumlah rumah warga dilaporkan rusak.

Sore itu, beberapa unit mobil pemadam kebakaran dari PMK Kota dan Kabupaten Mojokerto serta unit mobil pemadam kebakaran dari PG Gempolkrep telah diterjunkan untuk memadamkan api.

Petugas Pemadam Kebakaran tampak mengalami kesulitan saat memadamkan api karena seluruh tangki bioetanol tumpah akibat ledakan.


Warga mencoba melihat kebakaran tersebut dari dekat untuk mengabadikan dengan menggunakan kamera ponselnya.

Dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, insiden ini membuat seorang pekerja tewas di tempat, sementara 10 orang lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Basuni Mojokerto akibat mengalami luka bakar atas insiden ini.

Warga yang tinggal dekat dengan lokasi kejadian langsung meninggalkan rumah dan mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman. Beberapa warga juga langsung menutup akses jalan menuju lokasi kejadian.

"Ada ledakan sekali 'duar' tenggang sekitar lima menit-an lagi, meletus lagi, tapi yang skala nomor dua yang besar tadi. Ada tiga kali ledakan," kata warga saksi mata Suwito Junaidi, Selasa (11/8).

Dirut PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X), Subiyono (ketiga kiri), bersama jajaran direksi PT Energi Agro Nusantara (Enero), memeriksa peralatan di Pabrik Bioetanol di Mojokerto, Jatim, Senin (16/2). Pabrik Bioetanol milik PTPN X yang memiliki kapasitas 30 ribu Kiloliter per tahun tersebut, akan melakukan pengembangan produk turunan lain seperti gas metana. ANTARA FOTO/Eric Ireng/ss/pd/15Pabrik bioetanol PT Energi Agro Nusantara (Enero di Mojokerto, Jatim. Bioetanol sendiri merupakan bahan bakar yang dibuat dari sumber tumbuh-tumbuhan, seperti tebu dan singkong. (ANTARA FOTO/Eric Ireng/ss/pd/15)

Senada, warga lainnya, Galih, mengatakan dirinya sempat mendengar ledakan yang cukup keras dari pabrik tersebut.

"Warga juga sempat berhamburan keluar rumah terkait peristiwa kebakaran ini," katanya, dikutip dari Antara.

Akibat ledakan itu, sejumlah warga pun mengaku mengalami kerusakan rumah. Misalnya, rumah Joko dan Kasiatun, warga Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep.

Plafon rumah mereka ambrol di beberapa titik imbas getaran saat ledakan. Jarak kedua rumah tersebut sekitar 20 meter di sebelah timur tangki pabrik yang meledak.

"Sebelumnya tidak rusak. Setelah ledakan, plafon ambrol," kata Joko.

Kerusakan juga terjadi di rumah milik warga bernama April berupa retakan pada dinding.

"Saya tidur sampai kaget dengar ledakan pertama. Sekitar tiga menit kemudian ledakan kedua terjadi," katanya.

Untuk sementara waktu, April beserta ibunya mengungsi dari tempat tinggalnya. "Sementara mengungsi dulu. Khawatir ada ledakan lagi," aku dia.

Senada, Heru Budi Santoso, warga yang terdampak akibat ledakan mengaku kaca depan rumahnya pecah.

Infografis cara-cara menyelamatkan diri saat kebakaranFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Terpisah, Kepala Polsek Gedeg AKP Edy Purwo mengatakan insiden ini juga mengakibatkan satu orang tewas.

"Saat ledakan terjadi, getarannya sangat kencang, kaca depan rumah pecah berantakan," jelasnya.

"Yang jelas ada satu korban meninggal dunia, untuk datanya kami masih menunggu anggota," kata dia, dikutip dari Antara.

Ia mengemukakan korban tersebut sudah dibawa ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Mojokerto.

"Sudah dibawa ke rumah sakit, anggota masih mengumpulkan data, termasuk korban yang mengalami luka-luka," ujarnya.

Humas PT Energi Agro Nusantara (Enero) Ariel Hidayat mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran di lokasi proyek yang dikerjakan oleh PT Barata Indonesia itu sambil berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Masih kami selidiki penyebab dan korban kejadian," ujar dia.

(khr/Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK