Jokowi Ungkapkan Pilih Masker daripada Lockdown dan PSBB

CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 12:09 WIB
Jokowi menyebut penggunaan masker adalah kunci dalam mencegah penularan virus corona. Ia meminta masyarakat patuh menggunakan masker saat beraktivitas. Presiden Joko Widodo memilih penggunaan masker secara masif daripada lockdown atau PSBB dalam mencegah virus corona. (Muchlis-Biro Setpres)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan pihaknya memilih penggunaan masker dalam menekan penyebaran virus corona (Covid-19) daripada menerapkan karantina wilayah (lockdown) atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Seperti disampaikan pak gub, pilih lockdown atau masker, pilih PSBB atau masker, kita pilih pakai masker," kata Jokowi saat memberikan pengarahan penanganan Covid-19 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Jokowi menginstruksikan jajaran Pangdam Siliwangi dan Polda Jawa Barat untuk membantu pemerintah daerah agar masyarakat menjalankan protokol kesehatan Covid-19, terutama penggunaan masker.


Ia menegaskan bahwa masker adalah kunci pencegahan Covid-19.

"Saya sudah menyampaikan dalam dua minggu ini dibantu TNI, Polri, gugus tugas daerah, betul-betul urusan masker ini kita kerjakan secara all out dan masif," ujarnya.

Namun, Jokowi menyebut masih ada provinsi yang 70 persen warganya yang tak patuh menggunakan masker. Akibatnya jumlah kasus positif covid-19 pun melonjak.

Meski tak menyebut provinsi tersebut, namun Jokowi beberapa waktu lalu pernah mengungkapkan bahwa 70 persen warga yang tak pakai masker itu ada di Jawa Timur.

Mantan wali kota Solo itu meminta pemerintah daerah tak ragu berkoordinasi ke Komite Penanganan Covid-19 agar dapat memberi bantuan masker secara maksimal.

"Nanti tolong permintaan untuk masker disampaikan ke ketua komite, satgas, sehingga benar-benar urusan yang berkaitan dengan masker ini bisa kita selesaikan karena akan menyelesaikan banyak hal yang berkaitan dengan covid," katanya.

Hingga kemarin, Senin (10/8), jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 127.083 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 82.236 orang di antaranya telah sembuh dan 5.765 orang meninggal dunia.

(psp/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK