Ma'ruf Sebut Provinsi Selain DKI Tak Serius Tes Masif Covid

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2020 19:10 WIB
Wapres Ma'ruf Amin menyoroti ketimpangan jumlah tes antara DKI dan provinsi lain. Berdasarkan data, menurut dia hanya Jakarta yang serius lakukan tes Covid. Wapres Ma'ruf Amin menyoroti ketimpangan jumlah tes antara DKI dan provinsi lain. Berdasarkan data, menurut dia hanya Jakarta yang serius lakukan tes Covid. (CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyoroti tak seriusnya provinsi lain di luar DKI Jakarta dalam melakukan tes swab virus corona (Covid-19). Ma'ruf membandingkan data jumlah tes corona di DKI Jakarta saat ini masih menempati urutan tertinggi secara nasional.

"Yang terjadi pada saat ini adalah DKI yang penduduknya hanya 5 persen tetapi menyerap hampir 50 persen pelaksanaan swab tes. Ini artinya provinsi lain tidak melaksanakan tes masif secara serius," kata Ma'ruf dalam keterangan resminya saat memimpin Rapat Perkembangan Pelaksanaan Kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) secara virtual, Kamis (13/8).

Berdasarkan data di situs corona.jakarta.go.id per 11 Agustus 2020, jumlah orang yang telah menjalani testing PCR di Jakarta sebanyak 464.122 orang.


Lebih lanjut, Ma'ruf membeberkan bahwa di masa pandemi ini pemerintah fokus mengatasi persoalan ekonomi dan kesehatan.

Sisi kesehatan, Ma'ruf menyoroti penularan virus corona di Indonesia masih cukup tinggi. Ia lantas meminta agar semua pihak melaksanakan tes secara masif dan terus berpedoman pada protokol kesehatan.

"Berbagai rencana aksi dalam menangani pandemi Covid-19 sudah disusun pemerintah seperti pelaksanaan tes secara masif, tracing/tracking, dan pelaksanaan protokol kesehatan," kata dia.

Selain itu, Ma'ruf mengatakan tingginya kasus penularan virus corona belakangan ini memicu ketakutan tersendiri di tengah masyarakat. Imbasnya, kelas menengah Indonesia enggan melakukan kegiatan ekonomi seperti biasanya.

"Termasuk melakukan belanja dan konsumsi, ini juga menimbulkan ekonomi tidak berjalan," kata dia.

Untuk itu, ia mengajak jajarannya untuk membangun kepercayaan bahwa pemerintah dapat menanggulangi pandemi ini dengan sistematis, evidence-based, dan ilmiah. Kunci melakukan itu, kata Ma'ruf, ada pada penyerapan APBN di bidang kesehatan iuntuk menanggulangi pandemi.

"Pada gilirannya akan membangun kepercayaan masyarakat sehingga mereka merasa nyaman untuk melakukan kegiatan ekonomi kembali. Inilah satu-satunya jalan bagi kita untuk memutar kembali roda perekonomian," kata dia.

(rzr/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK