Polisi Tangkap 2 Terduga Anarko Ingin Gabung Demo Omnibus Law

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 16:30 WIB
Dua orang diduga kelompok anarko ditangkap di Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, saat hendak bergabung unjuk rasa menolak Omnibus Cipta Kerja di Gedung DPR. Ilustrasi anarko. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polres Metro Jakarta Barat meringkus dua orang diduga anggota anarko vandalis di Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (14/8). Keduanya diringkus saat akan ikut bergabung dalam unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja di depan gedung DPR/MPR.

"Pada 13.20 WIB diamankan dua orang anarko vandalis di Stasiun KA Palmerah," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakbar Kompol Teuku Arsya Khadafi kepada wartawan, Jumat (14/8).

Dua anggota anarko yang ditangkap itu berinisial D dan R. Diungkapkan Arsya, D merupakan seorang anggota organisasi Pemuda Pancasila.


Saat ini, kedua orang tersebut telah dibawa ke Polres Metro Jakbar untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Salah satu dari kedua orang tersebut berinisial D, anggota Pemuda Pancasila cabang Bekasi," ucap Arsya.

Arsya menuturkan dari tangan keduanya, polisi turut menyita beberapa barang bukti antara lain bom molotov, alat pelindung gas air mata serta beberapa stiker buku.

Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) yang terdiri dari organisasi buruh, tani, mahasiswa dan perempuan, hari ini melakukan longmarch dari Gedung Kementerian Ketenagakerjaan ke Gedung DPR/MPR untuk menolak Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Polda Metro Jaya sendiri menyatakan melarang aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR. Sebab, ada agenda sidang tahunan MPR dan pidato kenegaraan Presiden dalam rangka HUT RI ke-75 di dalam gedung.

"Bahwa karena adanya pidato kenegaraan dan sidang tahunan di Gedung DPR/MPR, di depan tidak boleh dilakukan sama sekali demo, di depan Gedung DPR/MPR," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (14/8).

(dis/wis)

[Gambas:Video CNN]