Titik Panas Api Mulai Terdeteksi di Kalimantan Selatan

CNN Indonesia | Sabtu, 15/08/2020 19:25 WIB
Polda Kalsel menyatakan pantauan satelit LAPAN yang terkoneksi dengan aplikasi Bekantan menunjukkan sejumlah titik api mulai bermunculan di Kalsel. Sejumlah titik panas mulai terdeteksi di Kalimantan Selatan meski hujan masih turun beberapa hari belakangan ini. Ilustrasi. (iStock/Kesu01).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah titik panas mulai muncul di Kalimantan Selatan meski hujan terkadang masih mengguyur di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir ini. Informasi kemunculan titik api tersebut disampaikan Polda Kalimantan Selatan

"Dari pantauan satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang terkoneksi di aplikasi Bekantan memang titik panas terdeteksi saat-saat sekarang ini," kata Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalsel AKBP Endang Agustina di Banjarmasin, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (15/8).

Meski sudah terdeteksi, titik panas yang muncul belum terverifikasi apakah berasal dari kebakaran hutan dan lahan atau tidak.


Karenanya, petugas di lapangan tidak menindaklanjuti temuan itu ke lokasi.

Selain dari pantauan satelit, keberadaan titik api juga dilaporkan masyarakat melalui aplikasi Bekantan. Mereka melaporkan titik api mundul di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut.

Petugas sudah bergegas menuju lokasi yang diinformasikan untuk melakukan pemadaman. Polisi bersama armada Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Landasan Ulin Utara dan BPK Bati-Bati berhasil memadamkan api yang di lahan seluas sekitar 5 hektare di daerah tersebuyt.

"Terima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan adanya titik api dengan cepat melalui aplikasi Bekantan, sehingga api tidak menjalar semakin besar," ucap Endang.

Dia menambahkan saat ini masyarakat memang harus lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan seiring dengan datangnya musim kemarau. Pasalnya, kemarau akan membuat tanah kering.

Tanah yang kering tersebut akan diikuti dampak susulan berupa peningkatan potensi kebakaran lahan.

"Karhutla biasanya dimulai dengan terjadinya jeda hujan atau Hari Tanpa Hujan (HTH). Jika HTH terus berlanjut maka titik panas berpotensi berkembang menjadi titik api yang pemicu kebakaran," tandasnya.

(Antara/agt)