Pemuda di Lampung Rayu 14 Bocah di Medsos Kirim Foto Vulgar

CNN Indonesia | Rabu, 26/08/2020 14:51 WIB
Pelaku beraksi sejak tahun lalu. Ia ditangkap setelah menyebarkan foto salah seorang korbannya yang melapor ke Polda Banten. Polda Banten menangkap pemuda asal Lampung yang menyebarkan foto vulgar yang dimintanya dari temannya di Facebook. (CNN Indonesia/ Yandhi)
Serang, CNN Indonesia --

Seorang pemuda asal Natar, Lampung Selatan, RK merayu sejumlah temannya di Facebook untuk mengirim foto tanpa busana kepada dirinya. Sasaran pemuda 22 tahun tersebut adalah anak-anak yang masih di bawah umur.

Salah satu korban seorang warga Serang melaporkan kejadian ini ke Polda Banten. RK kemudian ditangkap untuk menjalani proses hukum.

Direktur Kriminal Khusus Polda Banten Komisaris Besar Nunung Syaifuddin mengatakan korban yang melapor berinisial JL. Kepada polisi siswa SMP itu mengaku menerima pertemanan di FB pada Juli lalu.


"Mereka saling berkomunikasi dengan Facebook. Pelaku meminta nomer WA dan korban memberikan nomer WA. Kemudian pelaku meminta korban mengirim foto tanpa pakaian dan korban menuruti, dengan segala bujuk rayu pelaku," kata Nunung Syaifuddin, di Mapolda Banten, Rabu (26/08).

Belakangan, RK menyebarkan foto tersebut melalui media sosial. Foto JL yang tersebar diketahui oleh salah satu temannya yang kemudian memberitahukan. JL lalu melaporkan kejadian itu ke Polda Banten.

Dari hasil penyelidikan diketahui pelaku berada di Lampung. Penyidik kemudian menangkap RK. Dari tangannya disita ponsel yang selama ini dipakai untuk menjalankan aksinya.

Dari hasil pemeriksaan ternyata ada 13 korban lain dari sejumlah wilayah. 

"Setelah melakukan forensik digital, di hanhphone korban ada 14 korban, kita sedang melakukan penylidikan lagi," kata Nunung.

RK sendiri mengakui hal ini. Menurutnya mayoritas korban masih duduk di bangku SMP. Ia mengaku melakukan aksinya sejak 2019. Korbannya bukan hanya  dari Lampung, namun juga dari Serang hingga Bogor.

RK mengaku mengumpulkan foto-foto tersebut untuk kepuasan pribadi. 

Terkait penyebaran foto korban di media sosial, RK menurut polisi kesal lantaran korban asal Serang itu enggan mengirim foto-foto vulgar lagi.

"Yang disebar cuma yang dari Banten karena enggak mau kirim lagi," kata RK.

Atas perbuatannya RK dijerat pasal berlapis. Seain pasal 37 Undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi, ia juga dikanakan pasal 76 UU Perlindungan Anak dan pasal 45 ayat 1 juncto 26 ayat 1 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ia terancam hukuman 16 tahun kurungan penjara dan denda Rp 1 miliar.

(yan/sur)

[Gambas:Video CNN]