Polisi Minta Gisel Klarifikasi Atas Pelapor Kasus Video Porno

CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 16:01 WIB
Polisi Minta Gisel Klarifikasi Atas Pelapor Kasus Video Porno Gisel diperiksa polisi atas kasus video porno di media sosial. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya meminta klarifikasi selebritas Gisella Anastasia dalam pemeriksaan hari ini, Rabu (30/10).

Gisel dimintai klarifikasi dalam kapasitasnya sebagai pelapor atas laporan yang dibuatnya terkait penyebaran video porno di media sosial.

"Hari ini kita sekalian mengklarifikasi Gisel sebagai pelapor ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (30/10).


Namun, Argo tak mengungkapkan apa saja yang bakal diklarifikasi oleh penyidik terkait laporan yang dibuat oleh Gisel tersebut.

Gisel tiba di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sekitar pukul 11.05 WIB dengan didampingi pengacaranya, Sandy Arifin.

Sebelum masuk ke dalam gedung, Gisel mengaku turut membawa sejumlah barang bukti tambahan untuk laporannya.

"[Barang bukti) yang dibawa print dari media sosial, saya capture," kata Gisel.

[Gambas:Video CNN]
Gisel melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polda Metro Jaya lantaran menyebarkan video panas dan menyatakan perempuan dalam video itu adalah dirinya.

Pengacara Gisel, Sandy Arifin mengatakan laporan itu dibuat karena kliennya merasa dirugikan atas informasi yang tersebar di media sosial itu.

"Kita sudah resmi melaporkan beberapa oknum-oknum baik pemilik media sosial IG, Twitter, FB dan ada beberapa grup WA, website, link semuanya sudah kita laporkan," kata Sandy di Polda Metro Jaya, Jumat (25/10).

Laporan Gisel itu diterima polisi dengan nomor laporan LP/6864/X/219/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 25 Oktober 2019. Pihak pelapor dalam laporan itu adalah Gisella Anastasia, sementara pihak terlapor masih dalam lidik.

Pasal yang dilaporkan yakni terkait penyebaran video bermuatan asusila atau pencemaran nama baik atau menyebarluaskan video yang bermuatan pornografi. Untuk Pasal yang dimaksud yakni Pasal 27 ayat 1 junto Pasal 45 ayat 1 atau Pasal 27 ayat 3 junto Pasal23 ayat 3 UU nomor 19/2016 tentang ITE.

(dis/DAL)