Tito Sebut Ada Pemda Endapkan Uang di Bank Demi Raup Bunga

CNN Indonesia | Kamis, 03/09/2020 15:40 WIB
Mendagri Tito Karnavian menyebut ada pemda yang mengendapkan dananya di bank untuk meraih bunga di tengah pandemi Covid-19. Mendagri Tito Karnavian menyebut ada pemda yang memendam dana di bank di masa Covid-19 demi meraup bunga. (Foto: Dok.Puspen Kemendagri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut ada pemerintah daerah (pemda) yang mengendapkan dananya di bank di tengah pandemi Covid-19.

Ia tak mengungkap pemda yang dimaksud. Namun, ia mengatakan ada indikasi pemda tersebut mencari bunga untuk kemudian dipinjamkan ke pihak tertentu demi meraih untung.

"Adanya beberapa daerah pemerintah daerah yang menyimpan dananya di bank. Jadi bukan dibelanjakan, [tapi disimpan] di bank, dan mengambil bunganya. Ini uangnya enggak akan beredar," kata Tito dalam rapat koordinasi yang disiarkan langsung akun Youtube Kemendagri RI, Kamis (3/9).


Tito mengingatkan tindakan semacam itu berpotensi melanggar hukum. Selain itu, pengendapan anggaran merugikan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi.

Mantan Kapolri itu menjelaskan di kondisi seperti ini, pertumbuhan ekonomi mengandalkan belanja pemerintah. Sebab investor sulit untuk dijadikan tumpuan dalam kondisi saat ini.

Dia berharap pemda segera membelanjakan anggaran masing-masing dengan tepat guna. Ia menyoroti sejumlah daerah yang serapannya masih rendah, seperti Papua (22,63 persen), Maluku Utara (29,00 persen), Kalimantan Barat (30,82 persen), dan Sulawesi Barat (30,95 persen).

"Kalau uangnya tidak beredar di masyarakat, maka ekonomi akan kesulitan karena instrumen untuk membangkitkan ekonomi adalah belanja pemerintah," ucap Tito.

Sebelumnya, Indonesia dihadapkan pada kemungkinan resesi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pada kuartal I, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,97 persen, sedangkan di kuartal II minus 5,32 persen.

Dengan begitu, jika laporan kuartal III pada Oktober ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi minus lagi, Indonesia resmi mengalami resesi.

Penambahan uang yang beredar di masyarakat, terutama dengan membelanjakan anggaran pemerintah, dinilai bisa menggerakkan ekonomi di tengah kelesuan.

Penyimpanan uang di bank dipandang membuat ekonomi tak banyak terdongkrak.

Presiden Jokowi pun sempat mendorong kementerian/lembaga dan pemda untuk segera membelanjakan uangnya atau mempercepat penyerapan anggaran demi menggerakkan perekonomian.

(dhf/arh)

[Gambas:Video CNN]