Titah Mega dan 3 Kali Helaan Napas Whisnu di Pilkada Surabaya

Rivana Pratiwi, CNN Indonesia | Sabtu, 05/09/2020 15:00 WIB
Survei menunjukkan elektabilitas Whisnu Sakti Buana tertinggi, namun DPP PDIP memilih Eri Cahyadi menjadi calon wali kota Surabaya 2020. PDIP memutuskan untuk mengusung Eri Cahyadi-Armuji di Pilwalkot Surabaya 2020 (CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pisang goreng Ternate kesukaan Megawati Soekarnoputri tersaji menemani pertemuan tertutup di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta pada Selasa malam (1/9). Sehari jelang DPP PDIP mengumumkan rekomendasi pasangan calon kepala daerah Kota Surabaya.

Hadir Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan Bambang Wuryanto, bersama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto dan Ketua DPP bidang Politik Puan Maharani. Waktu menunjukkan sekitar pukul 19.00 WIB.

"Sudah makan belum?" ujar orang nomor satu di partai berlambang kepala banteng itu menawarkan.


Pertemuan dihelat untuk mendengarkan keputusan Megawati tentang siapa yang diusung di Pilwalkot Surabaya dalam Pilkada Serentak 2020. Semua yang hadir menunggu-nunggu keputusan Megawati.

Ada dua nama yang sudah mengerucut untuk diberikan rekomendasi. Mereka adalah Whisnu Sakti Buana dan Ery Cahyadi.

Whisnu adalah wakil wali kota Surabaya yang mendampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dua periode kepemimpinan. Sementara Ery merupakan seorang birokrat yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya.

Bambang Wuryanto anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia. CNN Indonesia/Safir MakkiKepala Bappilu DPP PDIP Bambang Wuryanto sempat lebih mengusulkan Whisnu Sakti Buana menjadi calon wali kota Surabaya (CNN Indonesia/Safir Makki)

Sejauh ini, sejumlah petinggi PDIP mengakui Bambang berupaya melobi beberapa pengurus DPP PDIP, termasuk Megawati, untuk bisa memilih Whisnu sebagai calon penerus Risma.

Dalam pertemuan di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Bambang dan Hasto memaparkan laporan tentang kondisi terkini. Termasuk elektabilitas tokoh yang akan diusung di Pilwalkot Surabaya.

Survei internal PDIP menunjukkan elektabilitas Whisnu tertinggi di kota Surabaya bila dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain, seperti mantan Kapolda Jawa Timur Mahfud Arifin dan Ery Cahyadi.

Namun, Megawati memiliki kehendak berbeda. Dia memilih untuk mengusung pasangan Eri Cahyadi-Armuji di Pilwalkot Surabaya.

Megawati mengaku telah menimbang segala aspek saat memilih Eri ketimbang kadernya sendiri Whisnu Sakti Buana, wakil wali kota Surabaya yang juga putra mantan Sekjen PDI Perjuangan almarhum Sutjipto.

Bambang, Hasto dan Puan yang ikut dalam pertemuan tak bisa menolak. Keputusan Ketua Umum sudah bulat dan harus dijalankan.

Whisnu Menghela Napas

Setelah menyampaikan keputusannya, menurut sumber CNN Indonesia, Megawati mengutus Bambang untuk berangkat ke Surabaya menemui Whisnu yang batal dicalonkan.

"Besok kamu tugas ke Surabaya temui Wisnu, kamu kan dekat dengan Whisnu. Dijelaskan itu nanti rekomnya untuk Ery dan Armuji," tutur sumber CNN Indonesia menirukan Megawati kepada Bambang.

Bambang tidak sendiri. Megawati juga meminta Ketua DPP bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat dan keponakannya, yakni Puti Guntur Soekarno untuk berangkat menemani Bambang.

Bambang tidak menampik ada pertemuan di kediaman Megawati bersama Hasto dan Puan. Dia mengakui diminta Megawati berangkat menemui Whisnu untuk memberitahu keputusan rekomendasi partai yang tidak diberikan kepadanya.

Bambang tidak keberatan karena memang tugasnya sebagai Kepala Bappilu DPP PDIP. Selain itu, Bambang juga memiliki kedekatan dengan keluarga Whisnu.

Sehari setelah pertemuan, yakni Rabu pagi (2/9), Bambang langsung terbang ke Surabaya melaksanakan mandat dari Ketua Umum. Dia dijemput Whisnu di Bandara Juanda Surabaya.

Menumpang satu mobil dalam perjalanan menuju kantor DPD PDIP Jawa Timur, Bambang menyampaikan kepada Whisnu terkait keputusan rekomendasi final Megawati yang lebih memilih Ery untuk maju sebagai calon wali kota Surabaya. Whisnu terdiam dan menghela napas sampai tiga kali.

Tak lama kemudian, Whisnu menerima keputusan partai. Tiga kali menghela napas sudah cukup bagi Whisnu untuk menerima kenyataan bahwa dirinya tidak akan diusung.

"Pada saat pasangan Mas Eri-Armuji mendaftar, saya akan ikut mengantar," kata Whisnu kepada Bambang.

Waktu yang dinanti telah tiba. Ketua DPP PDIP Puan Maharani membacakan pasangan calon yang akan diberikan rekomendasi untuk maju di Pilwalkot Surabaya.

Seperti yang telah diketahui Whisnu dari Bambang, Puan menyampaikan bahwa Eri Cahyadi-Armuji yang akan diusung. Whisnu tidak kaget karena sudah diberitahu terlebih dahulu.

Berbeda halnya dengan kader lain yang juga hadir di Kantor DPD PDIP Jawa Timur. Ruangan mendadak hening. Pekikan kata 'Merdeka!' Puan tidak berbalas.

Suara pendukung Whisnu pun terdengar dari balik tembok kantor DPD PDIP Jatim. Mereka ramai berteriak-teriak di luar kantor menyatakan kekecewaan.

Whisnu tak tinggal diam. Dia lantas keluar dan berupaya menenangkan pendukungnya. Whisnu meminta pendukungnya untuk tetap taat pada perintah partai. Suasana lalu tenang kembali.

Ratusan kader PDIP Surabaya mengantarkan pasangan Eri Cahyadi-Armuji mendaftar sebagai calon wali kota-calon wakil wali kota ke KPU Surabaya, Jumat (4/9). Ratusan kader PDIP Surabaya mengantarkan pasangan Eri Cahyadi-Armuji mendaftar sebagai calon wali kota-calon wakil wali kota ke KPU Surabaya, Jumat (4/9) (CNN Indonesia/Farid)

Mengantar Eri

Usai pengumuman rekomendasi dibacakan, Bambang Wuryanto, Puti Guntur Soekarno, dan Whisnu Sakti Buana menggelar rapat di kantor DPD PDIP Jawa Timur bersama pengurus anak ranting.

Suasana terbilang cair dengan suguhan nasi bebek dan rawon. Tidak ada satu pun kader di ruangan yang menyinggung gagalnya Whisnu mendapatkan rekomendasi partai.

Semuanya menerima dan langsung membicarakan langkah selanjutnya, yakni soal tim pemenangan Eri Cahyadi-Armuji. Atas kesepakatan bersama, Tri Rismaharini didapuk menjadi ketua tim pemenangan.

Hari pendaftaran tiba. Whisnu, yang sempat berjanji akan mengantar Eri Cahyadi-Armuji ke KPU, menepati janjinya. Dia ikut iring-iringan ke kantor KPU Surabaya. Dengan menunggangi boneka menyerupai banteng, Whisnu dielu-elukan massa pendukung.

Whisnu mengaku tidak mempermasalahkan gagalnya pencalonannya dalam Pilkada Kota Surabaya. Menurut dia, soliditas partai di atas segalanya.

"Kita tunjukkan Surabaya tetap merah untuk PDI Perjuangan," kata Whisnu.

(bmw/asa)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK