Satu Bakal Calon Bupati di Sultra Positif Corona

CNN Indonesia | Senin, 07/09/2020 17:41 WIB
Ketua KPU Sultra mengatakan bakal calon kepala daerah yang positif corona tak serta merta digugurkan pencalonannya, namun diberikan perlakuan khusus. Ilustrasi penangnaan kasus infeksi corona di Indonesia. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Kendari, CNN Indonesia --

Satu bakal calon bupati Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), LM Rajiun Tumada dilaporkan positif virus corona (Covid-19), Senin (7/9).

Sebelumnya, Rajiun mendaftar sebagai calon kepala daerah berpasangan dengan La Pili. Bakal paslon diusung Gerindra, Hanura, PAN, NasDem, PPP dan Demokrat mendaftar ke KPU pada 4 September 2020. Saat mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna, Rajiun tidak membawa bukti swab.

Belakangan, hasil swab yang ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra M Ridwan beredar di Group Whatsapp. Surat tersebut ditandatangani sejak 4 September 2020 dan menyatakan Rajiun positif Covid. Saat dikonfirmasi, Ridwan belum memberikan keterangan saat dihubungi melalui telepon selulernya.


Sementara di KPU sendiri, telah menerima hasil swab LM Rajiun dan dinyatakan positif.

"Iya, [dokumen hasil tes swab] kami sudah terima," kata Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Moethalib saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (7/9).

Natsir mengatakan ditambah Rajiun, total bakal calon kepala daerah yang terkonfirmasi positif corona sudah 38 orang di seluruh Indonesia.

"Jadi, ini hampir semua terjadi di seluruh Indonesia bahwa ada calon kepala daerah yang terinfeksi Covid," kata Natsir.

Dia mengatakan calon kepala daerah yang dinyatakan positif tidak serta merta digugurkan pencalonannya. Namun, calon dimaksud diberikan perlakuan khusus.

"Jadi, hasil swab itu dua hal, pertama pada saat diserahkan ke KPU saat mendaftar dan selanjutnya diterbitkan surat pengantar untuk memeriksakan kesehatan di rumah sakit yang telah ditetapkan KPU," jelasnya.

Ia melanjutkan, karantina mandiri yang akan dilakukan Rajiun tidak akan mengganggu proses administrasi pencalonannya.

Terhadap adanya calon yang terinfeksi covid, KPU kemudian menyesuaikan tahapan, program dan jadwal yang dituangkan dalam surat keputusan KPU.

"KPU sedang finalisasi penyesuaian perubahan keputusan itu untuk menambah waktu dalam rangka akomodasi pemeriksaan kesehatan yang positif," jelasnya.

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 9 tahun 2020, dan PKPU Nomor 10 Tahun 2020, calon kepala daerah yang terinfeksi Covid-19 akan menyesuaikan tahapan pemeriksaan kesehatannya, termasuk penetapan calon.

Ia menyebut, terhadap calon yang dinyatakan positif Covid, maka yang bersangkutan dianjurkan untuk karantina mandiri selama 14 hari hingga hasil swabnya negatif.

"Setelah menjalankan karantina dan hasilnya negatif, maka bisa melanjutkan pemeriksaan kesehatan," kata Natsir.

Berdasarkan jadwal, pemeriksaan kesehatan bakal calon dimulai 4 sampai 11 September 2020. Untuk kasus Rajiun sendiri, pemeriksaan kesehatan guna ikut Pilkada baru bisa dilakukan pertengahan bulan depan, dengan catatan sudah negatif Covid-19.

Jika nantinya sudah memenuhi syarat kesehatan berupa tes jadsani, rohani dan bebas narkoba, maka penetapan calon juga dipastikan mundur sesuai jadwal pada 23 September 2020.

"Jadi, yang negatif covid dulu yang ditetapkan sebagai pasangan calon. Kemudian nanti menyusul calon yang positif covid itu setelah memenuhi syarat bebas narkoba, sehat jasmani dan rohani," ujar Natsir.

Sementara itu, perwakilan keluarga LM Rajiun Tumada, La Ode Rahmat Apiti mengaku belum menerima hasil swab positif tersebut.

"Sampai saat ini pak Rajiun belum menerima hasil swab itu," jelasnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Ia mengaku, harusnya pengumuman hasil swab disampaikan gugus tugas provinsi melalui persetujuan dari Rajiun Tumada.

"Karena ini berkaitan dengan riwayat kesehatan seseorang. Jangan kemudian diumumkan oleh gugus tugas di Muna yang notabene adalah lawan politik di Pilkada," kata Rahmat.

Pihaknya, lanjut Rahmat, tidak akan menutupi informasi bila Rajiun dinyatakan positif. Bahkan, mereka meminta kepada seluruh warga yang pernah kontak untuk melakukan tes dengan dibiayai keluarga Rajiun.

"Asal ini diumumkan secara resmi oleh gugus tugas provinsi. Sampai saat ini, pak Rajiun belum terima hasil swab," tekan Rahmat kembali.

(pnd/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK