Proyek Jet KFX-IFX, Kemenhan Nunggak US$420 Juta ke Korsel

CNN Indonesia | Senin, 07/09/2020 16:50 WIB
Kemenhan RI disebutkan masih memiliki tunggakan hingga US$420 juta untuk proyek jet tempur bersama Korea Selatan, KFX-IFX. Kementerian Pertahanan RI. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kemenhan RI disebut memiliki tunggakan senilai US$420 Juta atau sekitar 500 miliar Won ke Korea Selatan terkait proyek pembuatan jet tempur generasi 4,5 Korean Fighter X (KFX)-Indonesian Fighter X (IFX).

Proyek jet tempur itu sendiri dalam pengerjaannya merupakan kerja sama alat utama sistem persenjataan (alutsista) antara Korsel dan Indonesia.

Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan tunggakan sebesar US$420 Juta ini telah dibahas pihaknya dengan Kemenhan.


"[Sudah tahu soal tunggakan] Sudah," kata Dave saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (7/9).

"Iya, sudah lama dibahas," imbuhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kementerian Pertahanan sendiri belum mau menanggapi lebih lanjut.

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut akan memeriksa terkait informasi tersebut.

"Nanti saya cek dulu kebenarannya," kata Dahnil.

Sementara itu, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani menyebut informasi soal tunggakan itu sepenuhnya menjadi ranah Kementerian Pertahanan.

"Bisa ditanyakan ke Kemhan yang tangani hal itu," kata Askolani.

Informasi mengenai tunggakan ratusan juta dollar Amerika yang mestinya dilunasi Indonesia kepada Korsel itu kali pertama diberitakan media massa Negara Ginseng itu, Yonhap.

Dalam pemberitaan itu disebutkan Indonesia semula memang bersedia menjadi mitra Korea Selatan dalam pengembangan proyek pesawat jet tempur KFX-IFX.

Indonesia dalam pemberitaan media tersebut juga disebutkan telah setuju untuk menanggung 20 persen dari biaya pengembangan proyek atau jika ditotal sebesar 8,8 triliun won (US$7,3 miliar).

Secara bertahap, Indonesia harus menyetor pembiayaan proyek itu setiap tahun hingga 2026. Namun, Indonesia gagal membayar sekitar 500 miliar won atau setara Rp 6,2 triliun yang seharusnya dibayar pada akhir Agustus lalu.

(tst/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK