Politikus PDIP Bela BIN: Tak Ada Pasukan Khusus, Hanya Siswa

CNN Indonesia | Sabtu, 12/09/2020 20:25 WIB
Politikus PDIP Evita Nursanty yakin BIN tidak membentuk pasukan khusus bersenjata lengkap, melainkan hanya siswa STIN yang punya keterampilan khusus. Politikus PDIP Evita Nursanty menyebut pasukan khusus Rajawali milik BIN adalah siswa Sekolah Tinggi Intelijen Negara yang punya kemampuan khusus (Screenshot via Instagram/@bambang.soesatyo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Politikus PDIP Evita Nursanty membela Badan Intelijen Negara (BIN) soal kabar pembentukan pasukan khusus Rajawali bersenjata lengkap. Menurutnya, informasi BIN memiliki pasukan bersenjata lengkap tidak benar.

"Enggak lah, saya yakin 100 persen, tidak ada pasukan khusus. Itu salah pengertian saja," kata Evita mengutip Antara, Sabtu (12/9).

Evita menyebut orang-orang berseragam khusus dan bersenjata laras panjang yang muncul di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) bukan pasukan, melainkan siswa yang tengah menempuh pendidikan intelijen.


"Mereka adalah agen atau siswa STIN yang sedang mendemonstrasikan keterampilan mereka sesuai tugas mereka," katanya.

Menurutnya, siswa STIN memang dilatih bela diri seperti silat dan karate. Mereka, kata Evita, juga dibekali pendidikan tentang siber serta soft skill lainnya sebelum terjun ke lapangan menjadi intelijen setelah lulus dari STIN.

"Jadi, keahlian itulah yang dipertunjukkan sebagai bagian dari ceremony, bukan membuat pasukan khusus. Kita memang membutuhkan siswa STIN yang terampil karena mereka sumber utama SDM BIN sesuai UU Intelijen," kata Evita.

Evita mengatakan siswa STIN memang perlu diberikan keterampilan untuk pengembangan profesi sebagai intelijen. Menurutnya, keterampilan itu akan berguna bagi siswa STIN kelak untuk mendeteksi dini terhadap berbagai ancaman dari dalam mau pun luar negeri.

"Coba lihat juga di film-film itu, bagaimana anggota CIA, FBI atau badan intelijen lain punya keterampilan khusus ketika mereka bertugas misalnya dalam penyusupan ke komunitas apapun," kata Evita.

"Justru kami senang BIN punya siswa dilatih keterampilan khusus, soft skill. Sistem ini bagus jika diterapkan di institusi pendidikan lain, seperti Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) yang sudah bertransformasi menjadi Politeknik Siber dan Sandi Negara atau Universitas Pertahanan," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengunggah video Inaugurasi Peningkatan Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Plaza STIN, Sentul, Kabupaten Bogor di akun Instagram pribadinya. Video diunggah pada Rabu (9/9).

Dalam video, tampak pasukan dengan seragam khusus dan bersenjata laras panjang. Mereka disebut sebagai pasukan khusus Rajawali.

"Pasukan khusus Rajawali BIN memang beda. Selamat. Penampilan yang luar biasa. Jaga Indonesia, jaga NKRI," kata Bambang dalam keterangan video yang dia unggah dua hari lalu, dan diakses CNNIndonesia.com, Sabtu (12/9).

"Benarkah BIN punya Pasukan khusus bersenjata? Jika ini berita benar, yang wajib tersinggung adalah TNI dan Polri. Apa dasar yuridis BIN punya pasukan intelijen bersenjata lengkap?" kata Benny mengutip akun Twitter pribadinya, @BennyHarmanID, Sabtu (12/9).

Politikus Partai Demokrat Benny K. Harman mempertanyakan dasar hukum BIN memiliki pasukan khusus. Dia juga mempertanyakan apakah BIN memiliki pasukan atas perintah Presiden Jokowi atau tidak.

(Antara/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]