Pesan ke Jokowi soal Nakes, Buya Syafii Khawatir Bangsa Oleng

CNN Indonesia | Minggu, 13/09/2020 13:55 WIB
Buya Syafii Maarif meminta Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan berupaya maksimal nyawa pada tenaga kesehatan covid-19. Buya Syafii Maarif mengirim pesan khusus untuk Jokowi terkait kematian tenaga kesehatan covid-19.(CNN Indonesia/LB Ciputri Hutabarat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menulis pesan khusus yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan Covid-19.

Syafii meminta Jokowi agar memerintahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk berupaya semaksimal mungkin menyelamatkan nyawa para dokter yang menangani pasien Covid-19.

Pesan tersebut tersebar di media sosial dan percakapan instant. Saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Syafii membenarkan pesan terbuka tersebut berasal darinya.


"Pak Presiden, mohon diperintahkan kepada Menteri Kesehatan dan jajarannya untuk berupaya semaksimal mungkin menolong nyawa para dokter ini. Jika begini terus, bangsa ini bisa oleng karena kematian para dokter saban hari dalam tugas kemanusiaannya di garis paling depan," kata pria yang akrab disapa Buya tersebut, Minggu (13/9).

Syafii mengaku bahwa batinnya menjerit saat membaca berita mengenai kematian ratusan para tenaga kesehatan dalam perang melawan corona.

"Sebagai salah seorang yang tertua di negeri ini, batin saya menjerit dan goncang membaca berita kematian para dokter yang sudah berada pada angka 115 pagi ini plus tenaga medis yang juga wafat dalam jumlah besar pula," ucap dia.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat jumlah dokter meninggal di kala pandemi virus corona (Covid-19) sebanyak 111 dokter. Data tersebut, merupakan data yang dicatat hingga Jumat (11/9).

Sementara itu, jumlah akumulasi kasus corona per Sabtu (12/9) ada 214.746 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 152.458 di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 8.650 orang meninggal dunia usai terinfeksi virus corona.

(ryn/sur)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK