Cerita Bajo Cari Dukungan Warga Solo Lawan Gibran: Wani Piro?

syd/thr, CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 08:05 WIB
Pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo telah didukung warga Solo sejak mengumpulkan e-KTP sebagai syarat maju lewat jalur independen. Pasangan Bagyo Wahono-FX Supardjo mengklaim telah mendapat dukungan warga untuk melawan Gibran Rakabuming di Pilkada Solo (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA)
Solo, CNN Indonesia --

Pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo atau Bajo mengaku telah mendapat dukungan penuh dari warga untuk berkontestasi melawan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang berpasangan dengan Teguh Prakosa di Pilkada Kota Solo.

Dukungan sudah terasa sejak mereka mengumpulkan e-KTP sebagai syarat untuk maju dari jalur independen. Mereka berhasil mengumpulkan 38.8321 E-KTP warga Solo tanpa mengeluarkan uang.

"Saya sepeser pun tidak mengeluarkan biaya dan saya tidak punya biaya. Kita itu gotong royong betul," kata Bagyo saat bertemu CNNIndonesia.com, Jumat pekan lalu (11/9).


"Ada yang seratus, dua ratus. Itu beda. Agar apa, masyarakat bener-bener kampanye bukan karena kuat," tambahnya.

Bagyo mengatakan dirinya sempat ditolak warga saat mengumpulkan E-KTP. Alasannya, tak sedikit warga yang ingin dibayar tetapi Bagyo tak punya uang.

"Anda tahu kan. Kita mencoba KTP, door to door. Itu kan enggak gampang. Banyak yang menolak karena 'wani piro? Kamu 50 ribu saja' tapi 50 ribu pun kita enggak punya uang. Memang kita enggak boleh itu," kata Bagyo.

Bagyo mengaku selama ini bekerja sebagai penjahit. Selain itu, dia juga mengaku dekat dengan kalangan seniman. Tak lepas dari pergaulan ayahnya yang dulu merupakan seniman wayang orang sriwedari.

"(Kalangan) Seni budaya semua kenal saya. Di luar itu pun teman saya luas. Di politik ya saya kenal, temen saya pengacara ya banyak kenal, DPRD ya banyak kenal. Solo kan kecil. Rata-rata saya banyak kenal," kata Bagyo.

Pasangan bakal calon Walikota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa mengenakan baju sumbangan salah satu distro di Solo saat menyerahkan sapi kurban di DPC PDIP Solo, Kamis (30/7).Pasangan bakal calon Walikota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa Foto: CNN Indonesia/ Rosyid

Ditemui terpisah, FX Supardjo yang mendampingi Bagyo sebagai bakal calon wali kota juga mengatakan hal serupa. Dia mengaku telah mendapat dukungan dari banyak warga Solo. Terlebih, selama ini pun dia menjabat sebagai Ketua RW.

Dukungan mengalir baik dari keluarga, kerabat, tetangga, dan sejumlah organisasi masyarakat (ormas), termasuk Tikus Pithi Hanata Baris (TPHB). Tikus Pithi adalah ormas yang mendorong Bajo-sebutan untuk Bagyo dan Suparjo-maju melawan Gibran di Pilwalkot Solo 9 Desember mendatang.

"Warga sekitar terus terang sangat mendukung. Karena ketika warga katakanlah minta tanda tangan stempel, saya kan juga sosialisasi sekaligus," ujar Suparjo saat bertemu CNNIndonesia.com.

"Maka ya itu, kita bicara hati ke hati. Pokoknya yang datang ke rumah kita motivasi, kita sosialisasi. Ternyata tanggapannya luar biasa bagus. Banyak yang mendukung," tambahnya.

Supardjo mengaku sehari-hari bekerja sebagai pegawai swasta. Dia mengajar di salah satu lembaga pelatihan. Meski begitu, Suparjo juga sering bergaul dengan kalangan seniman.

Kelompok seniman itu sangat membantu Supardjo dalam mengumpulkan E-KTP. Kalangan seniman setuju mendukungnya semaksimal mungkin agar bisa maju di Pilkada Kota Solo.

"Iya. jadi memang sudah sepakat mendukung Bajo. memang bukan hanya sekarang tapi dari awal saya maju sebelum Mei 2019 sudah saya sampaikan bahwa saya mau maju. Sangat mendukung. Jadi mereka membantu mengumpulkan KTP dari keluarga, suami, anak, tetangga. Ikut membantu seperti itu," katanya.

(bmw)

[Gambas:Video CNN]