Cegah Ambulans Menumpuk, Wisma Atlet Tambah Pintu Masuk

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 16:25 WIB
Saat ini ada dua pintu masuk untuk pasien Covid-19 yang akan dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Petugas memeriksa ambulans yang tiba di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Kamis (10/9/2020). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayor Jenderal TNI Tugas Ratmono mengatakan pihaknya telah menambah pintu masuk untuk pasien yang akan dirawat atau melakukan isolasi mandiri di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

Hal ini dilakukan untuk mencegah antrean ambulans yang sempat terjadi pada Selasa (15/9) malam.

"Jadi alur yang sudah kita bangun dengan puskesmas dan dinkes, ambulans akan diatur oleh petugas, ada dua pintu, pintu masuk untuk pasien tanpa gejala yang akan masuk Tower 5, dan pintu masuk untuk pasien gejala ringan-sedang yang akan masuk ke Tower 6 dan 7," katanya dalam agenda Update Perkembangan Terkini RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran di Youtube BNPB, Rabu (16/9).


Dia mengatakan ambulans yang akan masuk ke RSD Wisma Atlet akan melalui screening terlebih dahulu agar diarahkan ke jalur yang tepat. Pasien tanpa gejala yang akan melakukan isolasi mandiri nantinya menggunakan jalur B, sementara pasien bergejala ringan-sedang akan menggunakan jalur A.

"Dengan demikian kami harapkan tidak ada antrean panjang di RSD Wisma Atlet," ucapnya.

RSD Wisma Atlet telah berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit rujukan agar memberikan klasifikasi pasien isolasi mandiri atau bergejala, sehingga ketika pendataan di pintu masuk tidak membutuhkan waktu lama.

Petugas memeriksa ambulans yang tiba di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Kamis (10/9/2020). Penyalaan lampu-lampu di Wisma Atlet bukan berarti semua tower terisi pasien COVID-19 tapi menjadi simbol kesiapan Wisma Atlet menghadapi semakin tingginya kasus positif di Ibu Kota, sementara itu  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total mulai 14 September 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.Situasi Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta saat malam hari. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Sejauh ini, kata Ratmono, pasien yang masuk merupakan orang tanpa gejala yang telah didaftarkan oleh puskesmas atau rumah sakit untuk melakukan perawatan isolasi mandiri.

"Kami sudah membuat sistem dengan aplikasi sehingga setelah didaftarkan online, dilihat dari data yang ada memang sebagian besar sudah mendaftar online di puskesmas khususnya untuk flat isolasi mandiri Kemayoran," ucapnya.

Untuk Tower 5 sendiri telah terisi 610 pasien yang melakukan isolasi mandiri, kapasitas tempat tidur di Tower 5 berjumlah 1.570.

Sebelumnya beredar video singkat berdurasi 29 detik menggambarkan situasi antrean ambulans dan bus yang menunggu masuk ke Wisma Atlet Kemayoran.

Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kamyoran Brigjen TNI M Saleh mengatakan antrean itu bukan menandakan pasien membeludak hingga tak mendapat kamar. Justru kata dia, antrean ambulans tersebut tengah menunggu registrasi untuk masuk ke RSD Wisma Atlet.

"Oh, bukan panjang. Itu antrean daftar saja," kata Saleh saat dikonfirmasi.

(mln/pmg)

[Gambas:Video CNN]