Nyaris 4.000 Kasus Baru, Rekor Kasus Positif Covid-19 Pecah

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 16:14 WIB
Kasus Virus Corona harian di Indonesia bertambah 3.963 kasus, per Rabu (16/9), dan menjadi rekor baru kenaikan Covid-19 di Indonesia. Ambulans yang mengangkut pasien Covid-19 tengah diperiksa sebelum masuk RS Darurat Wisma Atlet. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus Covid-19 di Indonesia per Rabu (16/9) mencapai 228.993 kasus atau bertambah 3.963 orang dari hari sebelumnya. Hal ini merupakan rekor baru Virus Corona harian di Indonesia.

Sejak kasus pertama Virus Corona diumumkan pada 2 Maret, rekor penambahan kasus harian sebelumnya adalah 3.861 kasus pada 10 September.

"228,993 terkonfirmasi," demikian keterangan pada situs covid19.go.id, "bertambah 3,963 kasus."


Diketahui, akumulasi kasus Covid-19 per hari ini berjumlah 228.993 kasus, dengan 164.101 sembuh, 9.100 meninggal dunia, dan 55.792 kasus aktif.

Selama September, penambahan kasus positif harian nyaris selalu berada di atas angka 3.000 kasus. Hanya pada 1 September dan 7 September penambahan kasus harian berada di bawah angka itu, yakni masing-masing 2.775 kasus dan 2.880 kasus.

Di luar tanggal-tanggal itu, tambahan kasus positif terus menunjukkan tren peningkatan.

Dengan rata-rata penambahan kasus harian di atas 3.000 itu, pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia Syahrizal Syarif pun memperkirakan Indonesia bisa memiliki 500 ribu kasus pada Desember.

"Kita enggak perlu panik melihat kasus 200 ribu. Situasi ini sudah kita perkirakan. Dengan rata-rata tambahan kasus [Corona] 3.000 sehari maka pertengahan Desember [Indonesia] bisa [mencapai] 500 ribu [kasus]," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Saat kasus Covid menembus angka 174 ribu, Presiden Jokowi menyatakan kasus Virus Corona masih relatif terkendali dibandingkan dengan negara lain.

Sebelumnya, Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Brigjen TNI M Saleh tak membantah ada antrean ambulans di RS Darurat Wisma Atlet seperti terekam dalam video yang beredar di pesan singkat WhatsApp hari ini.

(mel/arh)

[Gambas:Video CNN]