Ada 4 Paslon, Polri Waspadai Konflik di Pilkada Makassar

CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 03:10 WIB
Kota Makassar, Sulawesi Selatan juga menjadi daerah rawan konflik saat pilkada dilaksanakan pada 2018 lalu. Kapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan Makassar berpotensi menjadi daerah rawan konflik pilkada (CNN Indonesia/Sari)
Makassar, CNN Indonesia --

Kepolisian menyatakan Kota Makassar, Sulawesi Selatan termasuk wilayah yang rawan terjadi konflik saat Pilkada Serentak 2020 dilaksanakan. Polrestabes Makassar menyatakan Makassar juga masuk kategori daerah rawan konflik pada Pilkada 2018 lalu.

Diketahui, Pilkada Kota Makassar tahun ini akan diikuti oleh 4 bakal pasangan calon. Semuanya diusung oleh partai politik.

"Iya Makassar daerah rawan konflik Pilkada. Dulu di Pilkada 2018 lalu berstatus zona merah, tahun ini belum ditetapkan statusnya tapi sudah dianggap rawan dan memerlukan perhatian khusus dalam proses pelaksanaan Pilkada 2020 ini," Kapolrestabes Makassar, Kombes Yudhiawan Wibisono, Rabu (16/9).


Yudhiawan mengatakan bahwa indikasi Makassar bakal menjadi daerah rawan konflik sudah terlihat saat masa pendaftaran bakal pasangan calon 4-6 September lalu. Tak sedikit massa yang hadir ke KPU untuk mengantar bakal pasangan calon yang didukungnya.

"Memang saat itu hanya 15 orang yang masuk ke kantor KPU tapi di luar ada seribuan orang. Kerumunan juga itu memicu terjadi gesekan," katanya.

Selain itu, Yudhiawan menyebut informasi palsu atau hoaks juga berpotensi membuat pilkada kota Makassar jadi semakin panas. Karenanya, kepolisian akan mengantisipasi hal tersebut.

"Dua hal ini telah kita antisipasi tentunya dan kerjasama dengan Polda Sulsel yakni tim cyber dalam menelusuri berita hoax," kata Yudhiawan.

Pilkada Kota Makassar akan diikuti oleh empat bakal pasangan calon. Mereka adalah Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi-Rahman), Muhammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi, dan Irman Yaisn Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid serta Syamsu Rizal_Fadli Ananda.

Ramdhan Pomanto-Fatmawati diusung oleh Gerindra dan NasDem. Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun diusung oleh Golkar, PKS dan PAN. Lalu Syamsu Riazal-Fadli Ananda diusung oleh PDIP, PKB, Hanura. Arifuddin-Abdul Rahman Bando diusung oleh Demokrat dan PPP.

(svh/bmw)

[Gambas:Video CNN]