Bertambah 1.505 Kasus, DKI Catat Rekor Positif Covid Harian

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 19:16 WIB
Hingga 16 September 2020, jumlah kasus positif di DKI Jakarta mencapai 58.458 kasus. Manekin mengenakan masker dan faceshield dipasang di depan Pasar Pramuka, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta bertambah 1.505, Rabu (16/9). Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi penambahan kasus positif di Jakarta sejak awal pandemi, Maret 2020.

Penambahan kasus positif itu membuat jumlah kasus positif di Jakarta per 16 September mencapai 58.458 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, sebanyak 44.251 dinyatakan sembuh, dan 1.498 orang meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia menjelaskan, penambahan kasus itu disebabkan akumulasi data dari tanggal 12, 13, dan 14 September.


"Total penambahan kasus positif sebanyak 1.505 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 502 kasus dari tanggal 12, 13 dan 14 September yang baru dilaporkan," kata Dwi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9).

Untuk kasus aktif di Jakarta, saat ini terdapat 12.709 kasus aktif. Mereka masih menjalani perawatan di rumah sakit atau melakukan isolasi.

Dwi menambahkan, tingkat positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 13,8 persen, sedangkan persentase kasus positif sejak awal pandemi sebesar 7,5 persen.

Angka tersebut masih jauh lebih tinggi dari standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) sebesar 5 persen.

Data Dinas Kesehatan DKI, hingga 13 September, 75 persen dari 4.254 tempat tidur isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta sudah terisi. Sementara, dari 594 ICU di 67 RS rujukan, tingkat keterpakaian mencapai 83 persen.

Penambahan kasus konfirmasi positif tertinggi pada hari ini, melampaui rekor sebelumnya, pada Minggu (13/9), yaitu sebanyak 1.380 kasus. Sebelumnya pecah rekor juga terjadi pada 3 September 2020, yaitu 1.359 orang dalam sehari.

(dma/ugo)

[Gambas:Video CNN]