Polisi Bakal Kawal Dakwah Syekh Ali Jaber di Jatim

ANTARA, CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 05:30 WIB
Polda Jawa Timur akan berkoordinasi dengan panitia acara dakwah terkait keamanan, salah satunya mengawasi senjata tajam. Pendakwah Syekh Ali Jaber. (Screenshot via facebook Syekh Ali Jaber)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktivitas dakwah Syekh Ali Jaber yang direncanakan dilakukan di Jember dan Kabupaten Malang pada Kamis (17/9) bakal berada di bawah pengawasan Kepolisian Daerah Jawa Timur. Ali dijadwalkan kembali beraktivitas selang beberapa hari usai menjadi korban upaya penusukan.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andik menjelaskan pihaknya bakal melakukan langkah antisipatif untuk keamanan acara dan berkoordinasi dengan panitia pelaksana.

"Polda Jatim melalui Polres akan melibatkan penyelenggara melakukan langkah antisipatif dengan menyeleksi jamaah peserta pengajian," ujarnya saat dikonfirmasi Antara di Surabaya, Rabu (16/9).


Trunoyudo mengatakan panitia pelaksana acara dakwah mesti memperhatikan dua hal penting, yaitu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan memastikan tidak ada orang yang membawa benda berbahaya seperti senjata tajam.

"Kepolisian akan membantu panitia menyeleksi peserta pengajian, misalnya, jika ada yang membawa senjata tajam," kata Trunoyudo.

Dia juga bilang polisi bakal hadir di lokasi untuk membantu panitia. Meski begitu dia menjelaskan tanggung jawab keamanan sepenuhnya berada di pihak panitia.

Ali menjadi korban penusukan saat berdakwah di Masjid Fallahudin di Bandar Lampung pada Minggu (13/9). Seorang laki-laki tak dikenal tiba-tiba naik ke atas panggung kemudian mencoba menusuk Ali.

Syekh Ali Jaber setelah ditusuk.Syekh Ali Jaber setelah menjadi korban penusukan. Screenshot via youtube Syekh Ali Jaber

Ali mendapatkan luka tikam di bagian tangan kanan karena kejadian itu. Sang pelaku telah ditangkap kemudian terancam hukuman mati atau seumur hidup penjara dan paling ringan pidana penjara 20 tahun.

Kepolisian bakal melakukan reka ulang kasus pada Kamis (17/9), beberapa adegan penting akan dilakukan oleh pelaku.

(fea)

[Gambas:Video CNN]