Jenderal Polisi Isi Kursi Direktur Penyidikan KPK

CNN Indonesia | Jumat, 18/09/2020 20:38 WIB
Brigjen Pol Setyo Budiyanto terpilih menjadi Direktur Penyidikan KPK, mengalahkan sejumlah kandidat lain yang juga berasal dari unsur kepolisian. Ilustrasi KPK. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Brigadir Jenderal Setyo Budiyanto terpilih menjadi Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam tahapan seleksi, ia menyingkirkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Selatan, Kombes Didik Agung Widjanarko dan Widyaiswara Muda Sespimti Polri, Kombes Nazirwan Adji Wibowo.

Setyo sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Wilayah III KPK sekaligus Pelaksana Tugas Dirdik KPK.

Kabar terpilihnya Setyo diketahui dari lembaran surat pimpinan KPK RI Nomor R/1812/KP.01.01/01-54/09/2020 tertanggal 18 September 2020. Surat tersebut perihal pemberitahuan hasil seleksi dan panggilan bergabung bagi calon Pegawai Negeri yang dipekerjakan di KPK berasal dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.


Sumber internal CNNIndonesia.com pun sudah membenarkan informasi tersebut.

"Iya," ujar sumber tersebut saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Jum'at (18/8) malam.

Jabatan Dirdik KPK kosong sejak bulan Mei lalu setelah RZ Panca Putra ditarik kembali instansi asal Polri. Penarikan Panca itu berdasarkan Surat Nomor B/2029/V/KEP/2020/SSDM yang dilayangkan pada Selasa (5/5).

Dalam surat itu, Panca dikatakan diangkat dalam jabatan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK. I Sespim Lemdiklat Polri.

Teranyar, Panca kini sudah dilantik menjadi Kapolda Sulawesi Utara pada Agustus tahun ini. Perpindahan posisi itu berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2247/VIII/KEP./2020.

Lebih lanjut dalam surat yang ditandatangani Ketua KPK Komjen Firli Bahuri tersebut, disebut juga ada 5 anggota Polri yang akan bekerja di lembaga antirasuah sebagai Koordinator Wilayah (Korwil).

Mereka ialah Kombes Didik Agung Widjanarko, Kombes Agung Yudha Wibowo, Kombes Bahtiar Ujang Purnama, Kombes Kumbul Kusdwijanto Sudjadi, dan Kombes Yudhiawan.

(ryn/wis)

[Gambas:Video CNN]