Viral Akan Sebar Covid-19, 4 Warga Semarang Dijemput Satgas

CNN Indonesia | Sabtu, 19/09/2020 23:17 WIB
Setelah percakapan bakal menyebar virus Covid-19 viral di media sosial, empat warga Semarang dijemput Satgas Penanganan Covid-19 untuk masuk karantina. Ilustrasi. Petugas melakukan tes pada warga untuk mengetahui risiko terinfeksi virus corona (Covid-19) di Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/AJI STYAWAN)
Semarang, CNN Indonesia --

Setelah percakapan bernada provokasi menjadi viral di media sosial, empat warga Kota Semarang, Jawa Tengah dijemput Satgas Penanganan Covid-19 lantaran positif terinfeksi virus corona.

Empat warga tersebut adalah LS, warga Jalan Stasiun Kelurahan Jrakah Kota Semarang bersama ayah dan dua orang anaknya. Berdasarkan kabar viral di media sosial tersebut, Tim Satgas lalu segera mendatangi LS dan keluarganya.

Mereka dijemput untuk dibawa ke rumah isolasi Rumah Dinas Wali Kota di Manyaran, Semarang, pada Sabtu (19/9) siang.


"Karena terdeteksi positif, akhirnya kita jemput untuk dbawa ke tempat isolasi di rumdin Wali Kota. Ada empat anggota keluarga, yakni LS dan ayahnya serta dua anaknya," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Lisa sempat menolak karantina setelah pihak Puskesmas Karangnyar Jrakah menyatakan dirinya positif Covid-19.

"Positifnya dari pemeriksaan Puskesmas Karanganyar dulu, kemudian kita tawarkan untuk isolasi di rumdin Wali Kota atau Balai Diklat, tapi yang bersangkutan menolak," terang Hakam.

Kondisi LS yang terinfeksi Covid-19 ini sempat diceritakan ke rekannya bernama lewat Whatsapp. Dalam percakapan tersebut sang rekan sempat menuliskan kalimat bernama provokasi di mana dirinya ingin menyebarkan virus covid-19 ke semua orang dengan tidak mengenakan masker di tempat publik dan memegang banyak orang.

Percakapan ini kemudian tersebar ke media sosial dan menjadi viral hingga ke akun @lambe_turah.

Atas 'kebandelan' warganya tersebut, Wali Kota Semarang Hendrar Priadi lewat akun Twitter-nya menjawab pertanyaan warga bahwa yang bersangkutan dan keluarganya sudah ditangani Dinkes Kota Semarang.

(dmr/kid)

[Gambas:Video CNN]