Polisi Akan Cek Kejiwaan Tersangka Mutilasi Kalibata City

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 09:42 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan dalam menjalankan aksi sadisnya tersangka terkesan tenang sehingga dirasa perlu memeriksa kejiawaan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya bakal memeriksa kejiwaan tersangka kasus mutilasi di Kalibata City (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya bakal mengecek kondisi kejiwaan dari tersangka pembunuhan yang juga melakukan mutilasi terhadap Rinaldi Harley Wismanu di Kalibata City, Jakarta Selatan. Psikiater akan dilibatkan, khususnya untuk tersangka DAF.

Sebab, dalam kasus ini, tersangka DAF berperan sebagai eksekutor, mulai dari pembunuhan hingga mutilasi.

"Tapi kalau dilihat dari bentuknya, tidak ada sakit jiwanya, tidak ada, orang normal dia," kata Yusri kepada wartawan, Senin (21/9).


Yusri menuturkan pemeriksaan kondisi kejiwaan bakal dilakukan lantaran tersangka terkesan tenang saat melakukan aksinya. Terlihat dari rentetan proses eksekusi yang dilakukan tersangka. Bahkan, tersangka diketahui sempat menginap satu malam dengan jasad korban.

"Dengan ketenangan yang seperti itu karena yang banyak melakukan di sini tersangka DAF ini, inilah yang kita nantinya akan kita antar ke psikiater," tutur Yusri.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan pasangan kekasih LAS dan DAF sebagai tersangka pembunuhan disertai mutilasi. Aksi kedua tersangka diketahui dilatarbelakangi motif ingin menguasai harta korban.

Berdasarkan penyelidikan, aksi pembunuhan dan mutilasi dilakukan di Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat. Setelahnya, jasad korban yang telah dimutilasi menjadi 11 bagian dibawa ke Apartemen Kalibata City untuk disimpan sementara waktu.

Selanjutnya, kedua tersangka berencana menguburkan jasad korban di rumah kontrakan di Cimanggis, Depok. Namun, belum sempat dikuburkan, kedua tersangka telah lebih dulu dicokok oleh aparat kepolisian.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP jo Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

(dis/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]