PGI Desak Jokowi Minta Kapolri Usut Penembakan Pendeta Papua

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 21:28 WIB
PGI juga meminta pemerintah mengedepankan pendekatan kultural dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di Papua. Presiden Joko Widodo menerima pengurus Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa waktu lalu. Ilustrasi (Dok. Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka tabir penembakan pendeta Yeremia Zanamban di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua, Sabtu (21/9).

Ketua Umum PGI, Gomar Gultom meminta Jokowi secara langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengusut tuntas penembakan tersebut. Ia mengaku masih menerima dua informasi berbeda ihwal penembakan tersebut.

"Saya menuntut presiden untuk memerintahkan kapolri untuk mengusut kasus ini sampai tuntas dan membawanya ke ranah hukum," kata Gultom dalam keterangan resmi, Senin (21/9).


Gultom mengatakan berdasarkan laporan dari Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) serta media Papua, diduga korban ditembak oleh pasukan TNI dalam suatu operasi militer. Namun, kata dia, ada juga informasi yang menyatakan bahwa korban ditembak oleh Kelompok Krimina Bersenjata (KKB)

"Jika betul penembakan ini oleh TNI, saya juga meminta presiden untuk memerintahkan panglima menghentikan segala bentuk operasi militer," ujar dia.

PGI dalam keterangan resminya turut menyayangkan insiden penembakan yang berulang terjadi di Bumi Cenderawasih.

Gultom kembali mengingatkan pemerintah untuk mengedepankan pendekatan kultural dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di Papua. Menurutnya, Jokowi sudah acapkali mengungkapkan bahwa kekerasan tak akan menyelesaikan masalah di Papua.

"Kunci ke arah itu ada di tangan presiden dengan bantuan panglima dan Kapolri. Otoritas untuk itu sepenuhnya ada di tangan presiden," ujarnya.

Sebagai informasi, keterangan dari pihak polisi dan TNI berbeda dari yang disampaikan oleh Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) terkait penembakan pendeta Yeremia. Mereka menduga korban ditembak oleh aparat TNI hingga tewas sehingga membuat para jemaat ketakutan dan lari ke hutan.

Sementara, TNI/Polri sepenuhnya meyakini bahwa KKB adalah pihak yang bertanggung jawab dalam penembakan itu. Menurut Kabid Humas Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal, tidak ada personel TNI dan Polri yang ditempatkan di Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya.

"Yang ada hanya pos persiapan Koramil Hitadipta disana. Isu yang beredar bahwa kasus penembakan dilakukan oleh aparat TNI itu tidak benar," kata dia, melalui keterangan resmi, Senin (21/9).

Sementara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) membantah bertanggung jawab dalam insiden penembakan pendeta Yeremia.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom menuding aparat TNI yang menembak pendeta Yeremia saat kontak senjata dengan prajuritnya di Intan Jaya.

(mjo/fra)

[Gambas:Video CNN]