Gubernur Jateng Usul Pilkada Tak Dihelat di Zona Merah Corona

CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 09:35 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyarankan agar pilkada tak dihelat di zona merah agar tidak ada klaster baru penularan virus corona. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usul Pilkada Serentak 2020 tidak dilaksanakan di zona merah (CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan Pilkada Serentak 2020 berisiko jika tetap dihelat di daerah zona merah penularan virus corona (Covid-19). Menurutnya, pihak penyelenggara perlu mempertimbangkan hal itu.

"Memang kalau kita melihat di daerah zona merah, ini (pilkada serentak) sangat berbahaya," kata Ganjar mengutip Antara, Senin (21/9).

Ganjar mencontohkan di Jawa Tengah sudah ada klaster dari para petugas panwaslu di Kabupaten Boyolali yang positif Covid-19. Dia cemas kasus di sana semakin meluas, sehingga meminta agar kegiatan dilakukan secara virtual.


"Maka saya kemarin menyarankan agar semuanya digelar virtual. Dulu saya juga usulkan, mungkin tidak menggunakan 'e-voting', tapi karena ini belum terlalu dipercaya, bisa jadi masalah," katanya.

Ganjar menilai pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi daerah penyelenggara. Daerah yang memiliki risiko tinggi penularan virus corona lebih baik ditunda.

"Bisa saja, ada yang ditunda, ada yang tetap jalan di tempat-tempat tertentu, tapi dengan pembatasan dan pelaksanaan protokol kesehatan yang sangat ketat. Jadi, memang harus dipertimbangkan kondisi-kondisi itu agar tidak terjadi klaster baru Covid-19 yakni pilkada," ujarnya.

Sejauh ini, desakan agar pilkada ditunda semakin menguat. Terbaru, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PP Muhammadiyah yang meminta agar pilkada ditunda karena pandemi virus corona belum usai.

Menyikapi dinamika yang berkembang, Ganjar menilai pemerintah dan penyelenggara pilkada perlu memperhitungkan. Dia yakin permintaan penundaan pilkada itu beralasan, sehingga patut dipertimbangkan.

"Iya, silakan dari kementerian, pemerintah pusat, KPU, Bawaslu untuk menganalisis dan memperhitungkan," katanya.

Pilkada Serentak 2020 akan dihelat di 270 daerah. Di Jawa Tengah, ada 21 daerah yakni sebagai berikut.

  1. Kota Pekalongan
  2. Kota Semarang
  3. Kota Magelang
  4. Kota Solo
  5. Kabupaten Pekalongan
  6. Kabupaten Semarang
  7. Kabupaten Kebumen
  8. Kabupaten Rembang
  9. Kabupaten Purbalingga
  10. Kabupaten Boyolali
  11. Kabupaten Blora
  12. Kabupaten Kendal
  13. Kabupaten Sukoharjo
  14. Kabupaten Wonosobo
  15. Kabupaten Wonogiri
  16. Kabupaten Purworejo
  17. Kabupaten Sragen
  18. Kabupaten Klaten
  19. Kabupaten Pemalang
  20. Kabupaten Grobogan
  21. Kabupaten Demak
(Antara/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]