21 Nakes Terpapar Covid, Tiga Faskes Manokwari Tutup

CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 20:41 WIB
Nakes terpapar virus corona diduga karena lalai dengan melakukan pelayanan tanpa menggunakan APD lengkap minimal level II. Ilustrasi tenaga kesehatan. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga fasilitas kesehatan (Faskes) di Kabupaten Manokwari ditambah ruang bedah RSUD Manokwari ditutup setelah 21 tenaga kesehatan (Nakes) terkonfirmasi Positif Covid-19.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Manokwari, drg Hendri Sembiring menyebut tiga faskes itu masing masing Puskesmas Pasir Putih di Distrik Manokwari Timur, Puskesmas Sanggeng di Distrik Manokwari Barat dan Puskesmas Maripi di Distrik Manokwari Selatan.

"Di Puskesmas Pasir Putih ada enam nakes terkonfirmasi Positif. Di Ruang Bedah RSUD Manokwari 12 Nakes, serta Puskesmas Sanggeng, Maripi dan Fasilitas Karantina masing masing satu nakes,"ujar Hendri Sembiring di Manokwari, Selasa (22/9) siang.


Puskesmas Pasir Putih tutup selama 14 hari kedepan sembari dilakukan sterilisasi menggunakan cairan disinfektan. Serta menunggu hasil swab lanjutan. Sedangkan Puskesmas Sanggeng dan Maripi menunggu hasil pemeriksaan Swab seluruh petugas medisnya.

"Rencananya hari ini hasilnya keluar. Jika yang lain negatif, maka besok kembali di buka, jika positif maka akan dikeluarkan surat edaran penutupan sementara seperti di Puskesmas Pasir Putih,"ujarnya.

21 nakes yang terpapar Covid-19 ini, lanjut Sembiring, dalam kondisi sehat dan masuk kategori pasien tanpa gejala. Mereka pun sedang menjalani karantina. Meski demikian pengecekan kondisi kesehatan tetap dilakukan secara berkala.

Terkait penutup sementara layanan kesehatan itu, masyarakat tetap dapat melakukan pelayanan kesehatan di faskes lain seperti RSAL Manokwari, DMC, RS Bhayangkara Polda Papua Barat, RS Dimara Kodim 1801 Manokwari serta Puskesmas lain yang tidak tutup.

Lebih lanjut kata Sembiring, terpaparnya para Nakes di Manokwari diduga karena lalainya petugas yang melakukan pelayanan dengan tidak menggunakan APD lengkap minimal level II.

"Terlepas dari jujur dan tidaknya pasien, kita jangan anggap remeh. Saya harap APD minimal level II tetap digunakan,"imbuhnya.

(ain/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK